oleh

Selundupkan Sabu Senilai Rp 143 M Dalam Manisan Kulit Jeruk,WN. China Ditangkap

OKEBUNG|
Petugas kepolisian berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu yang dilakukan sindikat internasional. Untuk mengelabui polisi, para pelaku menyamarkan obat-obatan terlarang tersebut ke dalam manisan kulit jeruk.

Upaya penyelundupan tersebut dilakukan oleh tiga warga China dan seorang WNI. Polisi juga menyita barang bukti berupa sabu seberat 71,5 kg di tempat terpisah.

Terungkapnya kasus ini bermula dari tertangkapnya tersangka Agung Nugroho di Hotel Grand Asia, Jakarta Utara pada 23 September 2014 sekitar pukul 09.00 WIB. Dari tangannya, polisi mendapati barang bukti berupa sabu seberat 4,5 kg.

Keesokan harinya, polisi kembali menangkap tersangka Lo Tin Yau, warga China. Pria ini ditangkap di Hotel Hariston, Penjaringan, Jakarta Utara dan barang bukti 25 kg sabu berhasil disita.

Dari hasil pemeriksaan terhadap keduanya, polisi berhasil mencium jejak pelaku lainnya bernama Chau Fai Chuen. Setelah melakukan penelusuran, tersangka diciduk saat berada di Lobby Hotel Fave, Penjaringan, Jakarta Utara. Sedangkan barang bukti sabu seberat 34 kg disimpan di Apartemen Green Bay Pluit.

Pengejaran berlanjut pada 27 September 2014. Polisi telah mencium jejak tersangka Fan Koon Hung yang masih berada di Hong Kong. Dia mengimpor manisan kulit jeruk ke Indonesia yang telah diisi sabu-sabu lewat ekspedisi laut. Petugas berhasil memancingnya ke Indonesia dengan mengabarkan barang haram tersebut sudah sampai di Tanah Air.

“Saat tersangka sampai di Bandara Soekarno-Hatta, polisi meminta tersangka lain yang sudah ditangkap lebih dahulu untuk menggiring Fan Koon Hung datang ke alamat tujuan pengiriman shabu di sebuah rumah di Budi Asih 2, Tanah Tinggi, Tangerang. Saat tersangka sampai dan hendak membuka paket, polisi datang dan mengamankan barang bukti sabu seberat 8 kg dan 3 buah HP,” ujar Sutarman saat menggelar konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (10/10/2014)

Barang bukti berupa sabu seberat 71,5 kg tersebut ditaksir Rp 143 miliar. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempatnya terancam hukuman penjara seumur hidup dengan denda maksimal Rp 10 miliar.(mdk/net)
Foto:Ilustrasi/

News Feed