oleh

Sehari,Polresta Medan Amankan Puluham Preman dan Jukir Liar

OKEBUNG|
Guna menekan tindak pidana kejahatan,seperti pemalakan liar.Polresta Medan menggelar razia premanisme dan jukir liar,Sabtu (20/09/2014)sekira pukul 14.00 WIB.
Hasilnya,puluhan preman dan jukir berhasil diamankan petugas polisi dari berbagai lokasi terpisah di Medan.

Pantauan,puluhan petugas polisi menyisir seluruh kota Medan.Bahkan swalayan Macan Yohan sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara jukir liar dengan petugas parkir.

Guna menghindari kejaran polisi,para jukir liar menyelamatkan dirinya dengan bersembunyi.

“Hardi cabut kau,polisi itu yang nanyak kau.Razia parkir ini,ngak tahu kau mobil patroli banyak berkeliaran disini.Seketika itu juga,kedua jukir liar itu langsung kabur setelah diinterogasi dua petugas,”ucap jukir.

Usai mengamankan jukir liar di kawasan Macan Yohan.Selanjutnya dengan iring-iringan lima unit mobil patroli Shabara dan truk,petugas polisi mengarah ke Jalan Sutomo Medan.Disitu,petugas berhasil mengamankan dua juru parkir liar.
Sementara razia di Jalan Merak Jingga,petugas mengamankan tiga jukir liar.

Uniknya dalam razia ini,polisi mengamankan,M Idris (30) warga Pajak Rambe.Pria ini diamankan lantaran kepergok sedang meminta uang sumbangan atas anak tetangganya yang mengalami bayi gempet (kembar siam).

Idris mengaku,terkait surat keterangan sumbangan berdasarkan isi kops surat dari Kepala Desa Tandam Hilir II,Kec Hamparan Perak bernomor 140/1540/TH-II/2014 tersebut,”saya disuruh si Iril untuk membantu meminta sumbangan atas bayi gempet (kembar siam) anak dari Yana warga Dusun KP Lama,Tandam Hilir II,Kec Hamparan Perak,Kab Deliserdang,Prov Sumut,”ungkapnya.

Lanjutnya,dirinya mengaku sudah seminggu menjalankan sumbangan tersebut.
“Aku baru seminggu bang menjalankan sumbangan ini.Upahku kadang dikasi si Iril Rp 10 ribu,”akunya.

Wakapolresta Medan,AKBP Yusuf Hondowantri mengatakan,operasi premanisme ini untuk mencegah tindakan pidana kriminal,seperti curanmor,perampokan,penodongan,pemerasaan yang akhir-akhir ini sangat meresahkan warga Medan.

“Razia kita gelar guna menekan aksi kejahatan,”ujar Wakapolresta Medan.
Disebutkannya,preman itu sesuka hatinya saja,dia bebas buat aturan macam negara ini miliknya.Selain itu juga sangat menggangu ketertiban umum dengan caranya sendiri memeras korbannya.

“Sebelumnya seperti kalian ini (preman dan jukir)telah banyak kami ringkus.Maka itu kami berharap agar bagus-baguslah cari kerja.Jangan menyusahkan orang lain dan jangan cari makan dengan kekerasan,”himbau AKBP Hondowan dihadapan para jukir dan preman yang diamankan.

Sambungnya,begitu halnya dengan juru parkir liar diminta agar mengurus perpanjangan izin juru parkir dari dinas terkait.

“Jika masih melakukan pengutipan tanpa ijin dari dinas terkait akan kita tangkap lagi.Uruslah ijin resminya buat kalian untuk cari makan.Karena kalau resmi tentu akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)setempat,”ucap AKBP Hondowan.

Usai diberi pengarahan dan didata,seluruh jukir dan preman yang terjaring dikembalikan ke wilayah masing-masing menggunakan mobil petugas polisi.

Adapun yang terjaring dari kawasan Medan Baru sebanyak 10 orang,Medan Timur 11 orang,Medan Kota 20 orang,Medan Barat 11 orang,Patumbak 3 orang dan Helvet 2 orang dan beberapa preman dengan total keseluruhan 98 orang.(rif)
Foto:Ilustrasi/

News Feed