oleh

Sehari,Polda Sumut Diserbu 3 Gelombang Aksi Unras

OKEBUNG|
Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut) diserbu tiga gelombang aksi unjuk rasa dalam satu hari.

Pertama, aksi yang dilakukan oleh puluhan massa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Hukum Indonesia Provinsi Sumut, melakukan aksi unjuk rasa,Kamis (28/05/2015)sekitar pukul 11.30 WIB.

Dalam aksinya, massa mendesak Kapolda Sumut,Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo agar segera menuntaskan kasus-kasus kriminalisasi penyerobatan tanah secara brutal,intimidasi,terror dan bentuk kekerasan lainnya.

Selain itu massa juga menuding. bahwa oknum. aparat penegak hukum yakni Polri hanya menjadi alat bagi pemodal PT Sago Nauli untuk melakukan kriminalisasi dan intimidasi terhadap Paijan dan Keluarganya.

“Polisi yang katanya memberikan perlindungan hukum,pelayan dan pengayom masyarakat ternyata menjadi catatan buruk,bahwa Polri saat ini diduga membantu dan mendukung kekerasan,perampasan,pencurian dan intimidasi hal ini terbukti bahwa Kasatreskrim Polres Madina AKP Wira Prayatna, Kapolsek Bantahan AKP Antono serta PT Sago Nauli Drs Ignasius Sago mengganggu keamanan dan ketertiban,”teriak massa dalam orassinya.

Ironisnya lagi,massa meneriakkan tindakan semena-mena Pihak PT Sago Nauli di dukung sepenuhnya oleh aparat Kepolisian Polres Madina dan Polsek Batahan dengan anti rakyat, terbukti 9 kali laporan polisi tidak pernah ditindalanjuti diantara laporan Pol LP/207/2015/SPKT II tanggal 23 Februari atas nama Pelapor Paijan yang telah dilimpahkan ke Polres Madina dengan nomor B/1154/II 2015/ Ditreskrimium Tanggal 24 Februari 2015.

Menurutnya, semua laporan kasus-kasus itu  tak pernah ditindaklanjuti. ” Kalau masyarakat yang dilaporkan, polisi langsung cepat memprosesnya hingga penetapan tersangka. Tetapi kalau pimpinan perusahaan, kasusnya mandek,” ucap massa yang dikomandoi. P.Naibaho selaku koodinator aksi di depan Gedung SPKT Mapoldasu.

Kemudian, aksi demo yang kedua di Polda Sumut datangnya dari puluhan massa yang menamakan,Gerakan Mahasiswa Padang Lawas (Gema Paluta).

Dalam aksi ini massa yang di Kordinatori, Budiamin Rambe mendesak agar Polda Sumut segera melakukan pemanggilan dan memeriksa pimpinan PT Sumber Sawit Nusantara,terkait bocornya limbah pabrik ke sungai yang menyebabkan tercemarnya lingkungan dan matinya ikan-ikan di Danau Toba.

Massa juga meminta Kapolda Sumut membentuk tim turun kelapangan untuk mengusut tuntas kasus bocornya limbah Pabrik PT Sumber Sawit Nusantara di Kabupaten Padang Lawas Utara Kec Simangbat Desa Sionggotan, karena telah meresahkan masyarakat,”pinta koordinator aksi Budiamin Rambe bersama puluhan massa.

Aksi yang sama juga datang dari Forum Mahasiswa Peduli Kampus yang dikoordinatori,Indra Hidayat Pohon meminta Kapoldasu untuk melakukan penyidikan terkait dugaan banyaknya pungli yang terjadi di Perguruan Tinggi STMI Budi Darma Medan.

Selain itu masa juga mengatakan dosen /staf pengajar siluman yang melakukan pemotongan uang pada penerimaan beasiswa yang diterima mahasiswa dalam setiap priode penerimaan.

“Kami menduga adanya korupsi dan rekayasa pada penerimaan bantuan dana hibah yang bersumber dari APBN Provinsi Sumatera Utara,”teriak Massa melalui pengeras suara.

Pantauan media ini di depan Gedung SPKT Mapoldasu terlihat tiga gelombang massa bergantian melakukan orasinya dan diakhir orasinya ketiga gelombang massa ini dengan tertib meninggal Gedung SPKT Mapolda Sumut.(el)

Foto|ist\
 

News Feed