oleh

Sebelum Tewas,PRT Hermin Disiksa Sadis Oleh Syamsul CS

OKEBUNG |
Setelah terbukti hasil otopsi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Sumut menemukan 8 tanda kekerasan fisik ditubuh jasad pembantu rumah tangga (PRT), Hermin Rusmidiyati (45) warga asal Desa Candi Tembaga Selatan, Kecamatan Ngalihan, Semarang yang tewas akibat dianiaya secara sadis keluarga Syamsul CS,membuktikan bahwa korban sebelum tewas mengalami penyiksaan sadis.

Terungkapnya kasus pembunuhan sadis ini,setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Sumut dipimpin Tim Dokter Forensik Rumah Sakit dr Pringadi Medan,Surjat Sigh melakukan pembongkaran untuk kepentingan otopsi di Pemakaman Kristen Jalan Irian Ujung Desa Lau Gumba, Kecamatan Kabanjahe  Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara pada,Sabtu (6/12/2014) siang kemaren.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Helfi Assegaf , Minggu (07/12/2014) menjelask,berdasarkan hasil otopsi terhadap korban pembantu rumah tangga (PRT) yang tewas akibat disiksa keluarga Syamsul CS telah  berhasil di identifikasi ada 8 tanda-tanda kekerasan penyebabnya PRT Hermin Rusmidiyati tewas.

“Hasil otopsi Tim DVI dan Tim RS dr Pirngadi Medan ditemukan 8 tanda kekerasan ditubuh korban,”ungkap AKBP. Helfi.

Selain itu,Helfi juga menyebutkan bahwa korban ternyata terbukti mengalami penyiksaan saat bekerja dikediaman Syamsul CS.Hal ini dikuatkan dengan dilakukannya otopsi dan hasil penyelidikan pihak polisi.

“Korban saat bekerja dirumah Syamsul kerap menerima siksaan sehingga korban meninggal dunia.Dan setelah korban meninggal dunia para pelaku langsung membawa korban dan membuang mayatnya kekawasan Tanahkaro untuk menghilangkan jejek.Korban mayatnya dibuang di pinggir Jalan Barus Jahe,Tanahkaro,Sumut, pada 31 Oktober 2014 lalu,”beber AKBP Helfi.

Dari hasil utopsi yang di lakukan Tim Ahli  Forensik RS Dr Pringadi dan DVI yang dihadiri Dokkes Polda Sumut, Kabid Humas,AKBP Helfi Assegaf
dan Kasubdit III/ Umum Jatanras Ditreskrimum, Polda Sumut, AKBP Amry Siahan serta Waka Polresta Medan AKBP Hondawantri Naibaho menemukan kekerasan pada tulang rusuk kiri kanan patah, paru-paru rusak diduga akibat terendam air, gigi bawah depan terlepas.

“Korban tewas akibat dianiaya secara sadis oleh para pelaku,hal itu dibuktikan dengan banyaknya tanda kekerasan ditemukan ditubuh korban PRT Hermin,”sebut AKBP Helfi.

Selain itu,lanjutnya,terdapat juga luka robek pada kepala dibagian belakang, luka memar pada kaki kanan pada bagian belakang, luka lebam pada mata kiri kanan akibat benturan benda tumpul,dan dari hasil otopsi tersebut hampir diseluruh tubuh korban mengalami Luka lebam termasuk di wajah korban serta ada juga luka sayatan benda tajam pada pantat sebelah kiri korban.

“Sebelum korban tewas jelas dianiaya secara sadis oleh pelakunya.Kasus ini akan tetap dikawal hingga tuntas,agar kejadian seperti ini tidak terulang di Medan maupun di kota-kota lain. Kita harus melakukan pencegahan sejak dini,”tegas Kabid Humas Polda Sumut.(El/Admin)

foto:dokpelaku

News Feed