oleh

Sat Res Narkoba Polresta Medan Gerebek Pabrik Sabu dan Ekstasi

MEDAN -OKB|
Puluhan personil Satuan Reserse (Satres) Narkoba Kepolisian Resort Kota Medan (Polresta) pimpinan Kasat Res Narkoba Kompol Dony Alexander kembali mengukir prestasi dalam pemberantasan narkoba.Kali ini,personil Sat Res Narkoba Polresta Medan berhasil menggerebek sebuah rumah toko (ruko) yang dijadikan pabrik pembuatan sabu-sabu dan ekstasi di Kompleks Ruko Katamso, Jalan Brigjen Zein Hamid No 23 A, Medan, Senin (07/07/2014)sore.

Penggerebekan yang dilakukan di ruko bekas Toko Besi Usaha Jadi Jaya itu petugas berhasil mengamankan dua orang pelaku dilokasi yakni,, EH (44) dan A (30) berikut barang bukti sejumlah narkotika setengah jadi serta alat dan bahan pembuatnya.

Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta Karo-Karo di lokasi penggerebekan kepada wartawan mengatakan,pelaku EH tersebut merupakan residevis dalam kasus narkoba.

“EH merupakan residivis dalam kasus narkotika dan dihukum hampir 5 tahun dan ditangkap di kawasan Aksara,”ungkap Kapolresta Medan,Kombes Pol Nico Afinta didampingi Kasat Res Narkoba,Kompol Dony Alexander.

Selain mengamankan keduanya,kata Nico, polisi juga menemukan peralatan lengkap untuk pembuatan sabu-sabu dan ekstasi, seperti tabung reaksi, beaker glass, labu destilasi, dan timbangan serta bahan kimia berupa berupa,epedrin, aseton, HCl, soda api, alkohol 96 persen, posfor merah, dan aquades.

“Dalam penggerebekan ini barang bukti yang kita amankan berupa 13 liter cairan yang sudah dites laboratorium forensik, di antaranya terbukti mengandung metaphetamine, Juga ada bubuk yang tinggal diolah jadi ekstasi,” bebernya.

Barang bukti yang ditemukan diperkirakan bisa membuat 1,2 kg sabu-sabu. Narkotika itu bisa dibuat pelaku dalam sepekan.

Sementara itu,Kasat Narkoba Polresta Medan Kompol Dony Alexander menyebutkan, penggerebekan pabrik pembuatan sabu dan ekstasi berawal adanya informasi masyarakat.

“Keberhasilan kita menggerebek ini,berkat adanya informasi dari masyarakat.Info itu kita telusuri dan selidiki,lalu kita lakukan penggerebekan,” ungkap perwira tamatan Akpol tahun 2000 ini.

Pengakuan EH bahwa pembuatan sabu-sabu dan ekstasi itu baru berlangsung dua bulan. Dia berdalih mendapatkan perlengkapan dan bahan pembuat narkoba itu dari Jakarta. Mereka pun diajari teknis pembuatannya melalui telepon.
“Baru dua bulan bang,dan belum ada yang dijual, baru sekali ini,” akunya berkilah.

Hingga berita ini dilansir petugas Sat Res Narkoba masih mendalami dan mengembangkan kasus penggerebekan pabrik sabu dan ekstasi ini.(Admin)

News Feed