oleh

Saos Cabai PT Duta Ayumas Persada Positif Ngandung Zat Rhodamin 

OKEBUNG|
Setelah dilakukan penyelidikan berhari-hari dilaboratorium petugas Subdit I/Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara (Dit Krimsus Poldasu) akhirnya dipastikan bahwa saos cabai produksi,PT Duta Ayumas Persada (DAP) yang dicampur bahan pewarna tekstil ternyata mengandung zat Rd (Rhodamin).

” Dari hasil pemeriksaan,Saos cabai yang di Produksi oleh PT Duta Ayumas Persada (DAP) dipastikan positip mengandung Zat Rd (Rhodamin),” kata Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu AKBP Fredo Situmorang kepada wartawan ,Selasa(24/03/2015 di Mapoldasu.

Meskipun demikian,kata Fredo, pihaknya belum menetapkan tersangka atas kasus itu.Untuk Jimi masih berstatus saksi.

“Masih sebagai saksi dan belum ditetapkan menjadi tersangka,”jelas Fredo.

Ketika di tanya keterkaitan Balai POM,yang belum juga menarik saos tersebut dari pasaran,Kasubdit I/ Indag Ditreskrimsus Poldasu AKBP Fredo Situmorang menegaskan bahwa pihaknya tidak mau berpolemik dengan mereka (Balai POM).

“Terserah mereka mau bicara apa. Saya bicara sesuai fakta. Karena saat pemeriksaan, kami temukan bahan berbahaya,jelasnya saos cabai Produksi PT Duta Ayumas Persada (DAP) dipastikan positip mengandung Zat Rd (Rhodamin) ,” tegasnya.

Selain itu Frido menyebut,kita akan pastikan dan juga akan membuktikan bahwa saos itu sangat berbahaya,untuk dikonsumsi manusia , jelasnya kita tidak main-main dalam kasus ini,bahkan terkait kasus saos itu, dalam waktu dekat ini Polda Sumut akan berangkat ke Jakarta.

 “Saya sudah perintahkan anggota agar ke berangkat ke Jakarta guna menemui Dinkes pusat,” sebutnya.

Saat ini,lanjutnya,Polda Sumut telah memegang bukti kuat terkait dengan saos merk Dena yang diproduksi oleh PT Duta Ayumas Persada (DAP).

“Dalam kasus  saos ini bukti-bukti sudah kita pegang dan mana mungkin saya lakukan penindakan.Yang jelas saya pasti akan membuktikannya ,makanya saya tidak mau berpolemik dengan mereka (Balai POM),”tegas Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu AKBP Fredo Situmorang 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya ,petugas Ditkrimsus Poldasu menyita ribuan kardus saus dan 1.200 liter solar bersubsidi dari sebuah pabrik diJalan besar Namorambe Desa Delitua kecamatan Delitua Kabupaten Deliserdang, Rabu(11/03/2015) lalu.

Menurut Kabid Humas Poldasu Kombes Helfi Assegaf, meski belum ada penetapan tersangkanya namun, karena kasus ini melibatkan koorporasi,maka biasanya siapa yang paling bertanggung jawab,maka dialah yang dijadikan tersangka.” imbuhnya seraya mengatakan bahwa tersangka bisa mengarah ke direktur perusahaan ,karena dia yang paling bertanggung jawab, ancamannya 15 tahun penjara,” kata Helfi, Kamis(12/03/2015).

Dia membantah pernyataan perusahaan yang menyebut penggrebekan terhadap pabrik perusahaan PT Duta Ayumas Persada (DAP) tersebut merupakan miss komunikasi saja,sebab perusahaan pembuat saos ini mengaku selama ini pihaknya menggunakan bahan-bahan pewarna makanan yang aman.

“Sebelum menggrebek,kita telah mengantongi hasil uji lab.Dari hasil uji lab menunjukkan bahwa saos yang diamankan ini mengandung zat pewarna tekstil dan ektrak cabai,” katanya.

Diketahui,selain mengamankan barang bukti, Poldasu, saat ini juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap pelaku usaha yaitu PT Duta Ayumas Persada (DAP) mulai dari karyawan, HRD dan bagian produksi.

Sementara itu,Dirkrimsus Poldasu, Kombes Pol Ahmad Haydar didampingi Wadir krimsus, AKBP Mardiaz Kusin, Kasubdit I/ Indag, AKBP Frido S dan Kaur Penum Humas Poldasu, Kompol G Silaen kepada wartawan saat memaparkan kasus ini mengatakan, sebelum melakukan penggrebekan, pihaknya telah melakukan lidik selama dua minggu. beberapa merk saus yang diduga menggunakan bahan pewarna tekstil yang diproduksi di pabrik tersebut antara lain saos cabai cap Dena kemasan plastik disita sebanyak 3350 kotak, saus sambal 60 kotak, kemasan botol disita sebayak 84, saos kemasan plastik cap Sunflower disita sebanyak 850 kotak dan Sunflower saus cabai diamankan 550 kotak.

“Dari hasil uji lab menunjukkan bahwa saus yang diamankan ini mengandung zat pewarna tekstil dan ektrak cabai,” katanya.

Menurutnya, dalam kasus ini pelaku telah melanggar tiga tindak pidana yaitu undang-undang (UU) pangan, UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan UU RI Nomor 22 tentang Minyak Gas dan Bumi. Pabrik yang beroperasi sejak tahun 1973 ini mendistribusikan saos-saos tersebut di wilayah Sumut dan Aceh.

Informasi yang diperoleh menyebutkan ,Pemakaian zat pewarna juga melanggar hukum yaitu
(UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen pasal 7 dan 8,UU Nomor 7 Tahun 1996 tentang pangan pasal 6,8,10,11,16,20,21 dan 26,UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang kesehatan pasal 21, serta Permenkes RI no 722/ Menkes /Per /IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan dan Keputusan Direktur jenderalPengawasan Obat dan Makanan Nomor 02592 /B/SK /VIII/1991 tentang penggunaan Bahan Tambahan Makanan.Yakni zat rhodamin B, zat saffron dan zat amaranth.

Akibat pemakaian zat tersebut,untuk zat rhodamin B dapat menyebabkan gangguan fungsi hati atau kanker hati dan akan terasa setelah puluhan tahun, sehingga sulit di lacak penyakit korban akibat mengkonsumsi makanan yang tercemari zat rhodamin (el\admin)

News Feed