oleh

Salah Kesepakatan,Ekspor Karet Sumut Amblas

OKEBUNG|
Akibat terjadinya pembatasan ekspor oleh pengusaha, sesuai dengan kesepakatan negara-negara produsen karet dunia membuat penurunan ekspor karet di Sumatera Utara (Sumut).

Hal ini disayangkan oleh Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara, Edy Irwansyah. Menurutnya kesepakatan tersebut belum mampu mendongrak harga, maupun permintaan karet dari pasar internasional.

“Ada inkonsistensi dari negara-negara produse karet dunia, seperti Thailand, Malaysia dan Vietnam. Padahal dalam skemanya, kita berharap pembatasan bisa menaikkan harga. Akan tetapi yang ada malah terus terjadi penurunan,” keluhnya, Senin (01/09/2014)melansir pemberitaan okezone.com.

Untuk diketahui, Sumatera Utara mengekspor karet dan barang dari karet ke setidaknya tujuh negara mitra dagang utamanya. Yakni Amerika Serikat, China, India, Jerman, Afrika Selatan, Turki dan Korea Selatan.

Seperti diberitakan sebelumnya, produksi karet mengalami penurunan hampir 36 persen terhadap ekspor produk olahan karet Sumut.  Dari hampir USD381 juta pada Januari-Juli 2013, menjadi hanya sekitar USD120 juta. Padahal secara volume, penurunannya hanya sekitar 15 persen, dari sekitar 140 ribu ton, menjadi hanya sekitar 120 ribu ton. (wdi)

Foto:Ilustrasi/

News Feed