oleh

Sadis,Garagara Diusir,Menantu Habisi Nyawa Istri, Ayah & Ibu Mertua

OKEBUNG|
Peristiwa pembunuhan sadis masih dilakukan keluarga sendiri terjadi di Jalan KH Zaenal Arifin, Sumenep,Prov Jawa Timur. Seorang menantu tega menghabisi nyawa istri, ayah dan ibu mertuanya dengan golol.

Ketiga korban, yakni istri pelaku, Saradina, kemudian ayah mertua pelaku, Abdul rahman, dan ibu mertua pelaku, Suhariah, tewas. Sementara 1 orang lagi, yakni keponakan pelaku, terluka parah.

Berdasarkan data dan keterangan versi warga, peristiwa berdarah pada Kamis (22/10/2015) sekira pukul 03.00,dinihari WIB dilakukan oleh Beni,sang menantu korban, dengan menggunakan golok. Diduga pembunuhan tersebut karena persoalan keluarga.

“Informasinya, rumah tangga pelaku ini retak dan mereka akan bercerai. Kabarnya, pelaku ini diusir dari rumahnya, dan pulang ke tempat asalnya. Kalau gak salah di Surabaya,” kata Maman, satu tetangga korban dilansir poskotanews.com.

Entah bagaimana, pelaku dinihari tadi tiba-tiba datang ke rumah istrinya, dan dalam keadaan kalap, membantai istri, ayah, dan ibu mertuanya.

“Di rumah itu memang ada empat orang. Istri pelaku, ayah mertua, ibu mertua, serta keponakan istrinya. Setelah membunuh, pelaku ini kabur,” sebutnya.

Dia menceritakan, pelaku pernah beberapa kali diberi modal usaha oleh keluarga istrinya, tetapi tidak pernah berwujud. Modal tidak kembali dan usahanya bangkrut.

Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi di lapangan. Polisi juga memasang ‘police line’ tiga lapis di lokasi, untuk memudahkan proses penyidikan.

SEMPAT KIRIM SMS

Tersangka pelaku pembantaian sadis satu keluarga, Beni, ternyata sempat mengirimkan ‘short massage service’ (SMS) pada kakak iparnya.

“Kakaknya Dina, istri Beni, ternyata menerima kiriman SMS dari Beni, sesaat setelah Beni ini membunuh istri dan mertuanya,” kata Sis, sepupu korban.

Dia mengaku sempat ditunjukkan sms pelaku, namun tidak ingat persisnya isi sms tersebut seperti apa. Hanya saja, sebagian isi sms yang dia ingat adalah: ‘Pagi yg cerah, jiwa yang tenang. Selamat tidur dengan tenang.’

“Entah apa maksud Beni mengirimkan sms itu ke kakak iparnya. Kakak iparnya itu ibunya Nando, yang saat ini masih kritis di rumah sakit. Mungkin Beni ini stress,” katanya.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis sekitar jam 03.00. Korban tewas yakni istri pelaku, Saradina (Dina), kemudian ayah mertua pelaku, Abdul Rahman, dan ibu mertua pelaku, Suhariah. Sementara keponakan korban, Hengki Tornando (Nando), siswa kelas 3 SMA, kritis dan tengah dirawat di Rumah Sakit Daerah Sumenep dr. H. Moh. Anwar.

Sementara Rafi, adik Nando yang masih duduk SMP juga lolos dari maut. Saat pembantaian terjadi, Rafi yang terjaga dari tidurnya kemudian berlari keluar rumah sambil berteriak-teriak minta tolong pada tetangga.

Sampai saat ini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi di lapangan. Polisi juga memasang ‘police line’ tiga lapis di lokasi, untuk memudahkan proses penyidikan. Polisi juga tengah berupaya melakukan pengejaran terhadap pelaku.[red]

Foto |Ilustrasi.dok.net

News Feed