oleh

Rupiah Melemah,Utang Luar Negeri Jadi Ancaman

OKEBUNG|
Melemahnya Rupiah ke level Rp12.00 per USD tentu memberikan banyak kerugian pada impor Indonesia. Selain itu, Indonesia juga terbebani dengan tingginya utang luar negeri.

Pengamat Ekonomi, Ina Primiana Syinar, mengatakan bahwa dengan melemahnya Rupiah, maka anggaran yang digunakan untuk membayar utang akan meningkat. Dengan demikian, Indonesia harus menerbitkan utang baru, atau dengan dana lain yang tentu akan menambah defisit.

“APBN kita sudah defisit tentunya kalau rupiah melemah defisit semakin membesar,” jelasnya.

“Oleh karena itu, kemampuan menekan makin mengurangi kemampuan belanja uang. Untuk bayar utang apakah akan dikurangi per Kementerian atau seperti apa,” tambah dia.

Sekedar informasi, pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia sendiri hingga Juli 2014 relatif stabil dengan kecenderungan mengalami penurunan dibandingkan pertumbuhan ULN Bulan Juni 2014.

Seperti dilansir okezone.com.ULN Indonesia tumbuh 10,0 persen (yoy), sedikit menurun dibandingkan ULN Juni 2014 yang tumbuh 10,4 persen hingga akhir Juli 2014. Posisi ULN pada akhir Juli 2014 terutama terpusat pada sektor keuangan; industri pengolahan; pertambangan; serta listrik, gas dan air bersih, dengan pangsa 78,3 persen terhadap total ULN swasta. (net)

Foto:Ilustrasi/

News Feed