oleh

Rumah Pensiunan Perwira TNI Dikosongkan Secara Paksa, 5 Cucunya Terlantar

OKEBUNG|
Kodam I/BB melakukan pengosongan rumah dinas perwira TNI-AD berpangkat Mayor di Perkampungan Kodam Sunggal Jalan Ampera Tengah No. 216, Kel. Tanjung Rejo, Kec. Medan Sunggal, Jum’at (10/04/2015) sekira pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dilokasi menyebutkan, rombongan prajurit Kodam I/BB dengan mengendarai 1 truck reo tiba-tiba mendatangi rumah dinas Alm Mayor B. Sihotang langsung menerobos masuk kedalam rumah tersebut yang kini ditempati oleh 5 orang cucunya.

Sementara, boru Sihombing (20) salah satu cucunya yang tak menyebutkan namanya dan keempat saudaranya yang lain mengaku bahwa seminggu sebelum aksi pengosongan rumah dinas opungnya tersebut, sempat mendapati surat peringatan dari Kodam I/BB.

“Seminggu sebelum pengosongan rumah opung kami sudah menerima surat peringatan dari pihak Kodam 1/BB,”ungkapnya.

Menerima surat tersebut, lanjutnya,langsung disampaikannya kepada orangtuanya, namun dirinya memang tidak mengetahui permasalahan rumah itu,

“Makanya saya kaget sekali,tiba-tiba
melihat rombongan tentara memaksa masuk ke dalam rumah dinas almarhum opungnya dan mengangkut seluruh isi rumah yang termasuk dalam harta milik opungnya itu.

Ditambahkannya,bahwa istri kedua dari almarhum opungnya yang tak diketahuinya namanya itu sedang berada di Kampung Pakat, Humbanghasundutan, untuk menjaga orang sakit.

“Opung boru di kampung bang, istri kedua opung doli bang. Karena istri pertamanya sudah meninggal. Jadi daripada gak ada orang dirumah ini, kami lah yang nempati bang,” tambah gadis berambut panjang ini sembari bersedih.

Terpisah,Kapendam I/BB, Kolonel Enoh Solehudin,ketika dikonfirmasi mengatakan,memang pihaknya melakukan penertiban rumah dinas kepada siapa yang sudah tidak lagi aktif. Dan rumah dinas hanya diperuntukkan kepada prajurit TNI yang aktif.

“Memang kita sedang melakukan penertiban kepada rumah dinas yang sudah tidak aktif lagi. Lantaran rumah dinas hanya diperuntukkan kepada prajurit yang aktif saja, apabila sudah tidak aktif lagi kita langsung tertibkan yang sebelumnya kita berikan surat pemberitahuan terlebih dahulu. Kita bukan tidak berprikemanusiaan, tetapi hal tersebut akan terjadi kepada siapa saja prajurit yang sudah tidak aktif lagi,”jelas Enoh [rooz]

News Feed