oleh

Rekonstruksi Pembunuhan Daniar Berlangsung Ricuh,Kuasa Hukum Tersangka Nyuruh Jangan Akui

OKEBUNG|
Rekonstruksi pembunuhan korban, Rahma Daniar Tanjung (21) yang digelar, Kamis (18/06/2015) sekira pukul 10.30 WIB di kediaman korban di Jalan Besar Delitua, Gang Suryo, Kelurahan Delitua, berlangsung ricuh.

Pantauan okebung.com dilapangan, begitu pihak Polsek Delitua hendak mengadakan rekonstruksi jalannya peristiwa pembunuhan disertai pemerkosaan tersebut, massa yang datang berjubel, hendak menghakimi tersangka Ikhsan Darmawan alias Wawan.

Untung saja, sejumlah anggota Polsek Delitua yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan, berhasil menghalau warga.

Bahkan penasehat hukum tersangka dari Lihardo SH law Office dan rekan, yang juga hadir di lokasi, mendapat caci maki dan diperolok-olok warga karena berupaya mengaburkan proses rekonstruksi. Terus diteriaki warga dan pihak keluarga korban, kuasa hukum tersangka memilih meninggalkan lokasi rekonstruksi.

“Seharusnya kami keluarga korban yang ribut, koq pengacaranya itu pula yang buat keributan. Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, si Wawan itu keluar dari rumah korban”, kata Lili Khairani salah satu keluarga korban.

Kecaman serupa juga dilontarkan Sutiadi paman korban. Menurut pria berperawakan kurus ini, saat Polsek Delitua melakukan pra rekonstruksi di Polsek Delitua, tersangka Wawan sudah menjelaskan bagaimana tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban.

“Waktu dilakukan pra rekon di Polsek Delitua, saya sendiri menyaksikan bagaimana Wawan mempraktekan cara ia membunuh keponakan saya kepada polisi. Sekarang mau dikaburkan pula oleh pengacara bayaran itu”, kata paman korban.

Sementara dalam rekonstruksi yang digelar sebanyak 17 adegan, turut disaksikan JPU dari Kejari Lubuk Pakam cabang Pancur Batu Hary Yohanes,SH,Anita,SH Serta Ella Sabrina,SH pembunuhan disertai pemerkosaan yang dilakukan tersangka Wawan.

Sebagaimana diketahui bahwa peristiwa pembunuhan itu berawal ketika tersangka pada Jumat (29/05/2015) sekira pukul 12.00 WiB, mendatangi kediaman korban Rahma Daniar Tanjung dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R BK 2071 CP di Jalan Besar Delitua Gang Suryo, Kecamatan Delitua.

Begitu masuk kedalam rumah korban, Wawan langsung duduk diatas kursi yang berada di ruang tamu. Tak lama kemudian, Wawan kemudian mendekati korban yang sedang berada didalam kamar. Dimana pada saat itu, korban Niar sedang dalam posisi jongkok di dalam kamar.

Kemudian, tersangka merayu korban sambil menyodorkan tanganya untuk salaman. Namun korban tidak terima dan malah memaki tersangka. Mendengar ucapan korban, tersangka menjadi kalap. Tersangka kemudian mengambil pulpen dari sakunya, lalu menikam leher sebelah kiri korban.

Usai menikam leher korban, tersangka lalu keluar menutup pintu dapur. Sebelum masuk kedalam kamar, Wawan lalu mengambil lem setan berupaya untuk menutup luka pada leher korban.

Namun karena terburu-buru, lem tersebut malah tumpah diatas perut korban. Melihat korban mau berteriak, tersangka kembali menikam perut korban dengan pulpen seraya menutup mulut korban dengan tangan kananya, lalu memukul kepala korban dengan botol kispray.

Selanjutnya, tersangka Wawan menumbuk mulut korban sebanyak 2 kali, setelah menuangkan cairan kispray ke mulut korban. Wawan kemudian mengambil tilam lalu menyumpal mulut korban. Kemudian, Wawan membuka tali pinggang dan resleting celana korban dan selanjutnya melorotkan hingga lututnya, lalu memperkosanya.

Usai menyetubuhi korban, Wawan kembali memakaikan celana korban.Tersangka kemudian keluar lalu menggembok rumah korban dari luar. Pada saat Wawan menggembok pintu, saksi Lili Khairani, melihatnya.

Dimana pada saat itu, saksi Lili sedang berdiri ditembok rumah korban. Pada saat itu, Lili melihat Wawan menggembok rumah korban. Setelah itu, tersangka Wawan terlihat berjalan menuju kereta miliknya yang diparkir di ujung gang, lalu kembali pergi bekerja.

Tersangka Wawan saat diwawancarai sejumlah wartawan mengaku sempat berbohong saat hendak dilakukan rekonstruksi karena disuruh pengacaranya.

“Saya disuruh pengacara saya agar jangan mengakuinya. Padahal sebenarnya, saya yang membunuh korban. Saya tusuk dia pakai pulpen. Setelah itu, saya tutup pintu. Lalu saya berencana menutup luka dengan lem setean. Karena gugup lem itu tumpah” kata Wawan seraya mengatakan kalau kuasa hukumnya tersebut, telah dibayar sebesar Rp 20 juta, untuk membelanya. (Jek)

News Feed