oleh

Rebutan Janda, Dua Preman Monas Tega Membunuh Amin

OKEBUNG|
Aksi pembunuhan di bawah Tugu Pembebasan Irian di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, terungkap setelah pelakunya dibekuk polisi, Sabtu(01/11/2014) sekira pukul 23.00 WIB.

Ternyata motifnya cemburu. Korban naksir kekasih satu dari dua pelaku. Akibatnya ia dibantai pakai potongan besi Minggu (26/10/2014) lalu.

Tersangka Muhamad Ridwan Lubis(21) dan Agus Setiawan (40)keduanya preman Monas  dibekuk petugas Reskrim di emperan Stasiun KA Gambir,sekitar pukul 23:00.

Sebagaimana diketahui sebelumnya,  Muhamad Yamin alias Amin(20) asal Semarang, Jawa Tengah, tewas di bawah Tugu Pembebasan Irian, dengan kondisi mengenaskan luka tikam dan sayatan benda tajam di wajah dalam kondisi ke dua tangan terikat tali serta kepala remuk seperti dihantam benda tumpul.

Terpisah,Kasat Serse Polres Jakarta Pusat AKBP Tatan Dirsan Atmaja,SIK, MSI, menuturkan aksi keji dilakukan kedua bandit Monas itu berawal dari cemburu. Kedua tersangka kesal melihat korban pernah ngobrol sama janda kembang, Maemunah alias Susi (45) di Lapangan Banteng,ternyata kecemburuan timbul karena sang janda termasuk kekasih salah satu pelaku. ” Korban sering berduaan dengan Susi,makanya pelaku M Ridwan Lubis tega menghabis nyawa korban,” ujar Kasat Reskrim Tatan Dirsan Atmaja.

Karena cemburu, disaat korban asyik duduk-duduk di lokasi kejadian, ia didatangi  M Ridwan Lubis, Agus Setiawan dan Novi masih buron. Bahkan sat itu, pelaku memergoki korban asyik duduk berduaan dengan Susi di taman Tugu Pembebasan Irian.

M Yamin, sempat kabur menyelamatkan diri, namun pelaku sudah dibakar cemburu  membuat Lubis jadi gelap mata dan terus mengejarnya.Tiba-tiba korban jatuh setelah tersandung dengan batu.

Dan tak pelak lagi, pelaku  menghujat korban pakai potongan besi yang lancip.Korban sudah sekarat tergeletak di aspal, lalu diikat Agus Setiawan dengan tali.

Dalam kondisi tak berdaya, kedua lelaki itu  meninggalkan korban. Namun tak lama kemudian, jasad korban ditemukan petugas kebersihan taman .Dari hasil penyelidikan polisi diketahui pelakunya adalah preman Monas sehingga seminggu kemudian dapat dibekuk. Kepada petugas pelaku mengaku sempat dihantui oleh bayang-bayang korban.

“Akibat perbuatan ke dua jagoan Monas itu, kini mereka dikenakan pasal 340 jo 338 jo 170 ayat 2 bis 163 KUHP, ancaman pidana diatas 15 tahun,” tegas Kasat Reskrim Tatan Dirsan Atmaja.(pkt\admin)
Foto:ilustrasi\net\

News Feed