oleh

Razia Shabara Polresta Medan di Jalan Medan-Binjai Resahkan Pedagang Kecil

OKEBUNG |
Razia petugas polisi selama ini ada baiknya,karena mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan .Namun ,disatu sisi razia petugas kepolisian bisa juga meresahkan masyarakat karena razianya diduga “damai ditempat’.

Seperti razia yang digelar petugas Shabara Polresta Medan di Jalan Medan-Binjai KM 12 dimulai dari pukul 02.00 dinihari-04.30 WIB subuh itu.Razia yang dilakukan dua unit mobil patroli dan sepeda motor trel diikuti belasan petugas Shabara Polresta Medan tersebut meresahkan masyarakat pengguna jalan yang akan berjualan ke pasar (pajak,red) ke Kampung Lalang.

IMG_00000708

“Kalau betul-betul razia dilakukan petugas Shabara itu bagus sekali bang,karena sekarangkan banyak begal sadis.Tapi,petugas tersebut menyetop para pedagang yang mau berjualan untuk didagangkan kembali,”ungkap pria berinisial S,salah seorang pengguna jalan yang melihat razia tersebut.

IMG_00000710
Masih disebutkannya,petugas tersebut kanan-kiri badan jalan menyetop mobil truk,mini bus dan mobil pribadi serta pengendara sepeda motor,khususnya omak-omak dan kalangan orangtua yang hendak ke pajak Kampung Lalang.

“Sudah jelas bawa keranjang kanan-kiri dan belanjaan pun distop,setelah terjadi negosiasi antara Rp 20-50 ribu barulah disuruh jalan kembali,”jelasnya kepada okebung .com,Jumat (20/03/2015) subuh.

Hal senada juga dikatakan salah seorang pedagang yang hendak belanja ke Pajak Kampung Lalang mengatakan bahwa dirinya sudah dua kali distop petugas razia itu.Sebelumnya di Jalan Medan-Binjai KM 10,8 dan terakhir di KM 12.

“Bayangkan saja Rp 20 ribu pun tega polisi-polisi yang razia itu menerimanya.Berapalah untung jual sayur bang.Paling Rp 500 rupiah untungnya.Sudah susah bangun pagi-pagi mau jualan,untungnyaa diminta pula.Kalau begini terus kami semua akan mengadu ke Kapolda dan Kapolri,masa cari makan kami diganggu mereka,”kesal ibu Ani seraya menambahkan cocoknya dimuat kekoran mereka biar tau rasa.

Masyarakat berharap kepada Kapoldasu dan Kapolresta Medan agar menertibkan razia jalanan liar yang diduga untuk mencari keuntungan pribadi semata saja.

“Tolonglah pak Kapoldasu dan Kapolres tegur mereka yang merazia tiap pagi itu.Bagaimana kami mau cari makan kalau begitu terus.Mau motong jalan yang sepi,kami takut kali karena rawan begal pak,kalau bapak gak percaya boleh bapak melintas di jalan motong tani asri biar tau bagaimana rawannya,”sebutnya seraya menambahkan razia boleh dilakukan,tapi jangan stopi kami pak.Kami juga tau hukum dan selalu bawa kelengkapan surat kendaraan.

Berdasarkan pantauan okebung.com menyebutkan,satu persatu petugas razia yang menggunakan mobil dan sepeda motor trel menyetop mobil dan sepeda motor yang melintas,’khususnya kalangan orangtua yang hendak belanja dan baru pulang belanja dari pajak. Jika ada yang tidak mau berhenti petugas naik trel langsung mengejarnya dan setelah dapat diduga dinegokan langsung.

Sementara itu,puluhan pedagang menggunakan becak barang,sepeda motor membawa belanjaan dan yang membawa keranjang kanan-kiri disepeda motornya hendak belanja ke pajak terpaksa memutar jalan yang rawan aksi begal sepeda motor dikawasan Tani Asri Sunggal.[red]

Foto| petugas Shabara Polresta Medan nangkap warga baru pulang dari pasar.\okebung.

News Feed