oleh

Pusterad Lakukan Litbang di Kodam II/ Swj

 

OKEBUNG|
Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad), melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan dan kajian buku petunjuk teritorial,yang dipimpin Kolonel Inf Marsudi, bertempat di Aula AH Nasution Makodam II/Swj, Palembang ,baru-baru ini.

Sebanyak 25 perwira menengah dan perwira pertama dari berbagai satuan di Kodam II/Swj ditunjuk sebagai responden kegiatan Puldata untuk mengisi ceklist tentang kajian Bujukin Binter dan kajian Binter sebagai fungsi utama TNI AD.

Tujuan kegiatan ini, adalah untuk monitoring dan evaluasi terhadap Bujukin Binter, metode Binter, Sisrendal Binter, Ketatalaksanaan Binter, Binter sebagai fungsi TNI AD dan Litbang penyelenggaraan Komsos kreatif Satkowil dan Satnonkowil, dikaitkan dengan penyelenggaraan Binter di wilayah.

Danpusterad Mayjen TNI Meris Wiryadi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kolonel Inf Marsudi mengatakan bahwa kegiatan Litbang, selain dilaksanakan di Makodam II/Swj juga akan dilaksanakan di satuan Korem dan beberapa Kodim jajaran Kodam II/Swj,tanggal 9 sampai dengan 12 Juni 2015.

Hasil dari pengumpulan data ini, menurut Danputerad akan dijadikan sebagai masukan dalam menyempurnakan penyelenggaraan Binter TNI AD ke depan, agar lebih optimal, berhasil dan berdaya guna.

Sementara itu, Ketua Tim Pusterad Kolonel Inf Marsudi dalam paparannya menjelaskan bahwa pertempuran dan pembinaan teritorial merupakan fungsi utama TNI AD.

Fungsi pertempuran adalah menyelenggarakan pertempuran di darat, baik sebagai bagian dari suatu komando operasi gabungan  atau dalam bentuk operasi darat mandiri, dalam rangka pertaahanan negara di darat.

Sedangkan fungsi binter adalah menyelenggarakan segala usaha dan kegiatan binter yang dilaksanakan melalui proses perencanaan, penyusunan, pengembangan, pengerahan dan pengendalian potensi wilayah pertahanan dengan segenap aspeknya menjadi kekuatan sebagai Ruang, Alat dan Kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan Hanneg di darat.

Ditambahkan oleh Marsudi bahwa Binter harus dilaksanakan oleh setiap prajurit dan satuan TNI AD tanpa terkecuali, bukan hanya oleh prajurit dan satuan komando kewilayahan saja. “Setiap prajurit TNI AD adalah insan tempur dan insan teritorial’, tandasnya.

Selain itu, sambung Marsudi setiap prajurit TNI AD harus mengamalkan sikap teritorial,yakni salam, senyum, dan sapa.Prajurit TNI tidak boleh arogan / sombong, saling menghargai, saling membantu / berbagi, gotong royong, tidak melanggar agama, adat dan hukum, melakukan penyesuaian diri dan menyatu dengan rakyat serta ikut dalam setiap kegiatan  sosial dan agama di masyarakat.[rel]

News Feed