oleh

Puluhan Pelajar SMP & SMA di NTT Gelar Festival Pembuatan Video Mesum

OKEBUNG|
Ada-ada saja ulah remaja saat ini.Sudah jelas melanggar hukum dan norma_norma agama,masih juga dikerjaka,Seperti pelajar SMP dan SMA di Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar festival pembuatan video mesum. Selain mendapat hadiah sejumlah uang, pemenang festival ini bisa meniduri pelajar yang kalah, atau pacarnya.

Informasi yang diperoleh, Minggu (03/05/2015), kasus ini terungkap setelah Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan lembaga non-profit OnTrack Media Indonesia (OTMI) menggelar survei kesehatan reproduksi.

Gilanya, sejumlah siswi SMP dan SMA akan merasa bangga jika bisa pacaran dengan tukang ojek atau sopir angkutan kota (angkot).

Dalam survei itu juga terungkap, sebanyak 31,3 persen siswi SMP dan SMA di NTT mengaku telah biasa melakukan hubungan intim dengan pacar, atau lawan jenisnya. Dan, 60 persen diantaranya melakukan hubungan intim tanpa menggunakan kondom.

Pergaulan bebas dan pacaran tidak sehat ini terjadi karena rendahnya komunikasi dan pengawasan antara pelajar, orang tua dan guru. “Miris sekali ada fenomena siswa dan siswi membuat video mesum untuk dilombakan di antara mereka,” ujar Direktur OTMI, Imelda Theresia.

Para siswa itu ada yang membuat video mesum di tempat terbuka, seperti tepi pantai. Adegan hubungan intim layaknya suami istri itu direkam menggunakan kamera handphone, lalu disebar kepada rekan-rekannya juga melalui handphone untuk diberi penilaian.

Festival pembuatan video mesum ini digawangi oleh siswi SMA, melibatkan puluhan siswa-siswi SMP di Kabupaten Kupang. “Kita sangat prihatin. Ini harus diatasi, harus ada pencegahan sejak dini,” tambah Imelda.

Terungkapnya kasus ini membuat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya, sangat prihatin. Menurutnya, para pelajar itu telah terjebak dalam dunia teknologi yang menyesatkan. “Ini tugas kita semua untuk memberikan perhatian terhadap perilaku anak-anak sekolah tersebut,” ujarnya. (msc/admin)

Foto|Ilustrasi

News Feed