oleh

Puluhan Casis Bintara Polri Tolak Hasil Pengumuman Yang Semraut

OKEBUNG|
Puluhan calon siswa (Casis) Bintara Polri menyesalkan hasil pengumumuman Tes Psikologi yang ‘semraut’ yang telah dicantumkan pihak panitia di papan pengumuman Gedung Serbaguna, Jalan Williem Iskandar/Jalan Pancing, Medan Estate, Sabtu (30/05/2015), sekira pukul 12.00 WIB.

Kesemrautan hasil pengumuman tersebut dianggap casis merupakan keteledoran atau adanya indikasi kecurangan. Pasalnya, dari pengumumuan kemarin, yang telah dikeluarkan pihak panitia melalui infokus/proyektor, sebanyak 1300-an casis yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TSM/tidak lulus).

“Kemarin diumumkan, 1300 yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Sekarang tinggal 747, jadi kemana yang lain? Saya sebelumya lulus, tapi sekarang sudah gak lulus, ada apa ini,” kata Rizki Kurniawan S dengan nomor peserta 53.

Namun, melalui papan pengumuman yang hari ini ditempelkan dipapan pengumuman, banyak casis yang telah dinyatakan lulus menjadi tidak lulus dan sebaliknya. Hal tersebut membuat para casis kecewa berat dan memprotes hasil pengumuman tersebut dengan mendatangi Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampali di Jalan Bhayangkara, Medan Tembung.

Selain mendatangi kontor institusi Polri tersebut, para casis juga beramai-ramai mendatangi rumah Kapoldasu yang terletak di Jalan Sudirman, Medan.

“Semalam kami yang lulus, tidak disebutkan nilainya. Sementara yang tidak lulus, disebutkan nilainya, makanya masih kami pegang kartu peserta ini, sedangkan yang gak lulus waktu itu, dipulangkan. Tapi sekarang kok lain yang diumumkan. Semalam kami sudah datang ke SPN Sampali dan malamnya ke rumah Kapoldasu di Medan. Tapi katanya gak ada Kapoldasu dirumah,” cetus M Dimas T Putra, sembari menunjukan nomor peserta 0900.

Namun kesalahan juga terjadi pada Casis yang tidak lulus menjadi lulus. “Saya semalam diumumkan gak lulus, soalnya nilai saya 53. Tapi sekarang saya diumumkan lulus. Yah kalau bisa bersih dan benarlah hasil auditnya. Kalau memang saya gak lulus, saya terima dengan ikhlas, tapi ginikan kasihan yang lain,” ujar, M Sahdan yang memiliki nomor peserta 0745 dengan nilai kelulusan menjadi 67.

Selain lebih 50-an casis yang merasa hasilnya dicurangi, para orangtua casis tersebut juga ikut datang ke SPN Sampali guna menanyakan dan memperoses hasil yang dicurang terhadap anaknya.

“4500 yang ikut ujian dari 6500 peserta. Salah satunya anak saya, Anggita, padahal kemarin lulus, tapi sekarang diumumkan gak lulus. Kami merasa, tidak senang karena tidak transparan dan tidak terang dalam pengimputan data,” ungkap, Ibu Rina (49) warga Jalan Pancing serta orang tua Juliester, Juanissa yang turut menyesalkan keputusan pihak panitia.

Dijelaskan mereka lagi, kalau data yang tertempel di dinding pengumuman gedung serbaguna dari, 1755 yang lulus dan 747 yang tidak lulus.

Selanjutnya, pihak casis yang komplain bersama orangtuanya, kembali mendatangi SPN Sampali guna menanyakan kecurangan yang terjadi dari hasil pengumuman tersebut. Selanjutnya, apabila tanggapan mereka tak terealisasikan, mereka akan menyurati Kapolri dan kembali mendatangi rumah Kapoldasu.

“Kami sudah tanyakan ke pihak SPN dan menjumpai, AKBP HS Silaen. Saat kami tanyakan, katanya keputusan tidak bisa diganggu gugat. Dan kami dinyatakan kalah,” tambah M Idris yang awalnya lulus setelah diumumkan jadi tidak lulus dengan nomor 01260.

“Langkah kami selanjutnya, kami akan menanyakan langsung ke bapak Kapoldasu untuk menanyakan kecurangan ini. Kami juga minta agar hasil ujian kemarin diusut ulang serta akan menyurati sampai ke Kapolri,” cetus orang tua Intan Sari S, salah satu casis yang juga tidak lulus.

Terkait komplain casis Bintara Polri tersebut, Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol, Helfi Assegaf mengemukakan,ada 4585 orang yang diperiksa hasil ujiannya. Sehingga memerlukan waktu sampai selesai dalam mengkoreksi hasil testnya.

“Wajar kalau sampai jam 3 pagi, karena memang banyak dikoreksi. Calon yang komplain akibat tidak memperhatikan dengan baik hasil yang ditayangkan di layar, sehingga merasa berbeda dengan yang di tempel di papan pengumuman,” jelasnya.

Dijelaskannya lagi, jika semua hasil yang ditayangkan dilayar dengan yang ditempel semuanya sama dan tidak ada perbedaan. Selain itu, menurutnya semua proses seleksi dilakukan oleh panitia sesuai prosedur dan diawasi langsung oleh pengawas eksternal dan internal.

“Ada juga pengawas dari LSM, Dosen perguruan tinggi Negri dan sebagainya yang mengawasi itu. Sehingga tidak ada peluang sedikitpun untuk menyimpang. Di SPN juga disediakan meja pelayanan pengaduan, bagi yang ada keluhan atau komplain, silahkan menuju ke meja tersebut. Bukan ketempat yang lain yang tidak semestinya,” tegas Kombes Pol, Helfi Assegaf.(roz)

Foto\dok.aksi didepan rumah kapoldasu

News Feed