oleh

Prostitusi Online Modus Massage Dibatam Dibongkar Polisi

OKEBUNG|
Setelah polisi berhasil mengungkap prostitusi online di Jakarta dan Pulau Jawa lainnya.Kini,jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang juga berhasil mengungkap jaringan prostitusi online melalui jejaring sosial.

Dari pengungkapan itu,17 wanita berhasil diamankan, dan delapan orang lainnya yang terkait kasus prostitusi online diamankan dari Lubuk Baja dan Batuampar.

Kapolresta Barelang Kombes Asep Safrudin,menjelaskan bahwa pengungkapan jaringan prostitusi online di Batam, berdasarkan adanya laporan masyarakat yang menyebutkan ada satu tempat pijat yang dijadikan tempat tinggal pekerja seks komersil (PSK).

“Mereka ditawarkan melalui media online terbesar di Indonesia di Batam. Setelah mendapatkan laporan itu, kami memancing dan mendatangi lokasi message itu,” ungkap Asep, kepada wartawan,kemaren.

Saat mendatangi Message Flamboyan, di Komplek Nagoya Paradise, Blok N No 12, pada Selasa 19 Mei 2015, polisi yang melakukan penyamaran memesan salah seorang wanita melalui media online.

Setelah melakukan pemesanan, salah seorang PSK dari lokasi itu datang dan ternyata PSK itu masih di bawah umur.

“Setelah terbukti kami melakukan penggerebekan, kami juga mengamankan dua warga Singapura yang sedang bersama cewek bookingan di lokasi,” sambung Asep.

Menurutnya, modus prostitusi berkedok message ini sudah lama terjadi dan kebanyakan message terapisnya bisa dibooking. Dari belasan orang terapis yang diamankan, mereka mengaku mau bekerja sebagai PSK dikarenakan masalah ekonomi.

“Kebanyakan terapis ini bekerja karena desakan ekonomi,”sebutnya.

Sementara itu pemilik Flamboyan Message Neni Herni membantah telah melakukan promosi terapisnya melalui media online. “Saya tidak pernah mempromosikan mereka di media online,”kilahnya.

Selama ini, kata Neni, dia hanya memiliki usaha terapis dan mengakui kalau ada beberapa orang terapisnya yang sering mendapatkan bookingan di luar.

“Kalau ada yang dibooking, saya mendapatkan 20 persen dari harga booking Rp1 juta,” akunya kepada polisi.

Saat ditanyai dari mana pekerja terapis yang bisa dibooking itu, Neni mengaku mendapatkannya dari daerah Bandung. Rata-rata, para terapis itu sudah bekerja sebagai PSK di kampung halamannya.

“Saya tidak ada memaksa, karena mereka sudah bekerja seperti itu, makanya saya terima,” pungkasnya. (Sindonews\okz\admin)

Foto |ilustrasi.dok.net

News Feed