oleh

Pria Kurang Waras Lempari Warga,Tangan dan Kaki Kepling Digigit

OKEBUNG|
Sejumlah warga yang berdomisili di Pasar I Kel Tj Sari Kec Medan Selayang mendadak heboh.Pasalnya,Amran warga Rantau Prapat saat berada di Masjid Jami’, Jumat (19/09/2014)mengamuk saat ustad tengah memberi ceramah di masjid tersebut.Yang lebih parahnya lagi,pria kurang waras tersebut melempari para jamaah yang keluar dari masjid.

Kepada wartawan,Kepling VIII,Kel Tj Sari Kec Medan Selayang, Wagiman mengaku kalau Amran bukanlah warganya. “Bukan warga sini dia. Tapi dia punya saudara disini ibu Cok Ray Istri Pemayun yang rumahnya pas di depan mesjid,” ujarnya.

Lebih lanjut Wagiman menyebutkan,Amran datang ke lingkungannya tersebut, Kamis (18/09/2014)malam sekira pukul 23.00 WIB.Karena merasa takut, Cok Ray yang merupakan istri almarhum AKBP Zakaria tersebut tidak mau membukakan pintu untuk Amran.

“Tapi dia datangi tetangga ibu itu untuk minta memanggil ibu. Karena yang manggil tetangganya, makanya bu Cok Ray pun kemudian membukakan pintu,” ungkapnya.
Selanjutnya,malam itu juga Amran menginap di kediaman tersebut. Saat itu, Cok Ray pun merasa ketakutan saat Amran nginap dirumahnya.

“Tepatnya pukul 04.00 pagi. Dibanguninya ibu itu. Dia minta uang dan minta kunci mobil. Karena ibu ketakutan, makanya dikasihnya sama dia,” ungkap Wagiman.

Namun, sejak Jumat (19/09/2014) pagi hingga siang hari tersebut, Amran tampak marah yang membuat Cok Ray ketakutan. Dan ketika memasuki Shalat Jumat, Amran pun kemudian berniat untuk shalat di Masjid Jami’ yang berada tepat di depan kediaman Cok Ray.

“Waktu dia masuk itu, dia sempat marah-marah lantaran liat kereta parkir di perkarangan mesjid. Menurutnya, perkarangan mesjid tidak boleh dibuat parkir. Lantaran melihatnya marah tersebut, wargapun menenangkannya. Dan diapun saat itu tenang,” ucap lelaki berusia 56 tahun tersebut sembari mengucapkan setelah itu Amran pun masuk ke dalam mesjid.
Diitengah ustad memberikan ceramah, beber Wagiman, tiba-tiba saja Amran bangkit dan langsung mengambil mik yang dipegang ustad tersebut. Saat itu, dirinya melihat Amran berteriak Allahu Akbar berkali-kali.

“Melihat itu, para jamaah termasuk saya pun menenangkan dia. Setelah itu, diapun langsung pulang ke rumah ibu Cok Rau,” ucapnya.

Usai jamaah melaksanakan Shalat Jumat, beber Wagiman, jamaah melihat Amran membakar sampah di depan rumah familynya tersebut. Lantaran kala itu ada mobil yang terparkir tepat di samping tempat Amran membakar, wargapun melarangnya.

“Tapi dia tidak terima. Dia kemudian masuk dan melempari warga sini. Makanya kami telpon tadi polisi. Dan saat polisi masuk dia pun masuk ke dalam rumah dan menguncinya. Sementara itu, sebelum dia ngamuk-ngamuk, ibu Cok Ray keluar dari belakang rumah,” ungkapnya.

Setibanya di lokasi, tambah Wagiman, 3 petugas Polsek Sunggal dibantu masyarakat kemudian langsung berusaha mengamankan Amran yang saat itu juga sedang merusaki barang-barang yang berada di dalam rumah tersebut. Setelah mendobrak pintu rumah, petugas dan warga pun berhadsil mengamankannya.

“Saat itu, kami langsung menyumbat mulutnya pake kain dan melakbannya. Kemudian, kami mau membawanya ke RS Jiwa. Karena kami duga dia sakit jiwa. Makanya kami bawa dia naik mobil polisi,” ungkapnya.

Kala itu, bebernya, Amran dipegang 5 warga termasuk dirinya. Namun, saat mobil hendak berangkat, lelaki yang gagal masuk polisi tersebut pun kemudian berhasil membuka sumbatan di mulutnya.

“Siap itu, digigitnya kaki saya. Kemudian jari telunjuk saya. Kanan kiri. Makanya luka. Dia itu anak angkat almarhum bapak yang ketepatan polisi. Namanya, AKBP Zakaria,” terangnya.

Akibat mendapatkan luka tersebut, warga pun kemudian bergantian mengamankan Amran. Setelah kembali berhasil menyumbat mulut amran dengan lakban, warga dan petugas pun kemudian membawa Amran ke RS Jiwa yang berada di Tuntungan.(admin)
Foto:Ilustrasinet

News Feed