oleh

Pria Asal Srilanka Seludupkan Manusia Melalui Pelabuhan Sibolga

OKEBUNG
Siwal Nayem (35) warga Jalan Mesjid Gang Kuman Titi Papan, Kecamatan Medan Labuhan diringkus petugas Satuan Tugas Pusat People Smugling Mabes Polri bekerjasama dengan Polda Sumut karena disangkakan melakukan penyeludupan manusia melalui pelabuhan Sibolga.

Data yang diperoleh menyebutkan,penangkapan pria asal Srilanka itu berawal dari laporan pihak Australia, bahwa banyaknya Imigran gelap yang berhasil masuk ke Australia dari Indonesia. Setelah melakukan penyelidikan, Tim Satgaspus People Smugling Mabes Polri berangkat ke Medan, sejak 1 pekan lalu dan menginap di salah satu hotel di Medan.

Selanjutnya, tim yang dipimpin Kompol Brahma tersebut melakukan penyelidikan untuk mencari tersangka serta melakukan kordinasi dengan pihak Australia. Setelah mendapat informasi lengkap akan keberadaan tersangka kemudian petugas menangkap tersangka di rumahnya.

” Imigran yang tertangkap di Australia kami introgasi, dan keterangannya kami kembangkan di Medan. Selanjutnya kami kordinasi dengan pihak Polda Sumut dan menangkap tersangka,”ucap seorang petugas Mabes Polri di Polda Sumut.

Terpisah, Kasubdit IV/ Renakta AKBP Juliana Situmorang membenarkan penangkapan tersebut.”Benar, Tim dari Mabes Polri ada menangkap warga asal Srilangka dan sudah diserahkan kepada kita.

“Dia disangkakan menampung Imigran gelap yang masuk ke Indonesia dari Tanjung Balai kemudian dia memberangkatkannya ke Australia dari Sibolga.Selanjutnya,kita akan mengambil data dan fotonya untuk dikordinasikan ke Australia,”terangnya di gedung Renakta.

Lanjutnya, kita juga bekerjasama dengan perwakilan Kanada untuk imigran gelap dari Indonesia, tidak masuk ke Kanada, mengingat Kanada dijadikan target pemasukan imigran gelap.

“Sekarang Australia sudah memperketat penjagan atas imigran gelap. Dan, tadi pihak Kanada datang untuk menjalin kerjasama dengan kita agar memperketat Imigran gelap yang akan diseludupkan ke negaranya. Dia masih diperiksa intensif,”pungkasnya.

Sementara itu, Siwal Nayem menjelaskan bahwa dia digaji 1 juta per orangnya bila berhasil mengirimkan Imigran ke Austalia” Aku baru 5 tahun tinggal di Medan, dan sudah 3 tahun ini aku tidak pernah mengirimkan orang lagi ke luar negeri,”ucapnya di lantai II gedung Renakta,Jumat (03/10/2014)

Lanjutnya, untuk menggelapkan Imigran, aku berangkatkan mereka dari Sibolga dengan menggunakan kapal laut.” Aku tidak kerja sendiri, ada kawanku yang mengatur keberangkatan di kapal, dan sudah 2 tahun ini kami tidak jumpa,”elaknya sembari menyembunyikan nama temannya. (Smj)
Foto:Ilustrasi Imigran gelap/net

News Feed