oleh

PRAJURIT YONIF 3 MARINIR OLAH SAMPAH DAUN MENJADI PUPUK ORGANIK

OKEBUNG|
Dalam rangka memanfaatkan sampah daun, prajurit ‘Hiu Petarung’ Yonif 3 Marinir mengolah sampah daun menjadi pupuk organik Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur.Jumat (19/06/2020).

Yonif 3 Marinir yang berlokasi di Gedangan, Sidoarjo, merupakan kawasan yang di sepanjang jalan banyak ditumbuhi pepohonan. Dengan banyaknya pohon tersebut, tentu saja banyak menghasilkan sampah dari daun kering yang berguguran.

Dengan fenomena tersebut, Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir Letkol Mar Eko Budi Prasetyo membuat terobosan untuk memanfaatkan sampah daun agar bisa berguna, sebab apabila sampah itu dibakar maka akan menjadi udara tercemar. Oleh karena itu Letkol Mar Eko Budi Prasetyo berinisiatif membuat tempat pengolahan sampah daun dijadikan pupuk organik yang berada di belakang Kompi Eagle Yonif 3 Marinir.

Proses pengolahan sampah daun menjadi pupuk organik diawali dengan pemilahan sampah, yaitu selain daun diambil kemudian pisahkan, sedangkan sampah daun dikumpulkan kemudian disiram dengan air yang dicampur dengan cairan Mikro Organisme Lokal (MOL) dan ditaruh di Windro kemudian didiamkan selama kurang lebih tiga hingga empat bulan (dalam kondisi lembab).

Setelah didiamkan selama tiga hingga empat bulan, sampah organik yang sudah melewati proses Windro kemudian dicacah dengan menggunakan mesin pencacah sampai halus. Setelah halus, kemudian disiram nutrisi sampai lembab dan sudah menjadi pupuk organik, kemudian dikemas ke dalam plastik kemasan dengan nama PUMAR singkatan dari Pupuk Marinir.

Sementara itu Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir Letkol Mar Eko Budi Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk memanfaatkan sampah daun yang melimpah di lingkungan Brigif 2 Marinir, dengan harapan hasil olahan sampah daun yang berupa pupuk organik tersebut dapat dimanfaatkan untuk pertanian khususnya di lingkungan Brigif 2 Marinir.

News Feed