oleh

Prajurit TNI Harus Berani Terima Resiko Ketika Dikirim ke Medan Tempur

OKEBUNG|
Mantan Panglima TNI dan juga mantanWakil Presiden Indonesia, Try Sutrisno mengungkapkan segudang pengalamannya menjadi prajurit TNI. Salah satunya, seorang prajurit TNI harus terima resiko ketika dikirim ke medan pertempuran.

“Prajurit TNI harus berani terima resiko ketika dikirim ke medan pertempuran,”ujar Try Sutrisno.

Menurutnya, yang paling penting adalah mempunyai karakter kepemimpinan, dimana bisa diketahui apakah prajurit TNI tersebut ikhlas atau tidak dalam membela Indonesia.

“Yang menentukan apakah seseorang itu ikhlas berjuang atau memerintah atau berani, harus terima resiko apa saja,” ujar Try dalam acara Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Modernisator di Djakarta Theatre XXI, Sarinah, Jakarta, Minggu (17/05/2015)dilansir okezone.com.

Mantan wapres ini melihat, TNI saat ini dengan dahulu tidak ada bedanya, dimana harus siap dengan tiga resiko. Resiko terburuk adalah, pulang hanya meninggalkan jasa-jasanya saja. Dimana telah gugur di medan pertempuran.

“Kita berangkat operasi, selamat alhamdulilah. Lalu kedua, kita berangkat operasi, lalu invalid, mata enggak ada atau tangan menjadi buntung. Ketiga, kita berangkat operasi, kembali dengan peti mati ada bendera Merah Putih,” jelasnya.

Mantan Panglima TNI tersebut mengawali perjalanan hidupnya pada saat kecil dengan berjualan air minum di stasiun kereta, dimana Try kecil pada saat itu selalu membawa air di kendi untuk dijual ke para orang yang ada di stasiun tersebut.

“Enterpreneurship tanpa modal, jual air dalam kendi dan saya bawa ke stasiun. Dari air, kumulatif jadi penjual koran. Saya edarkan juga di kereta api. Lalu jual rokok dalam boks di kereta api dan pasar waktu saat zaman Belanda,” ungkapnya.
(okz\admin)

Foto |Try Sutrisno.dok.net\

News Feed