oleh

Prajurit Korem 051/Wkt Asah Kemampuan Menembak

OKEBUNG|
Prajurit Korem 051/Wkt mengasah kemampuan menembak senjata ringan TW.I TA.2015 yang dilaksanakan di lapangan tembak Yonif 202/TM Brigif 1/JS selama 2 hari, Latihan yang rutin dilaksanakan ini dipimpin Danlat Kapten Arh Ismail Demonggreng, 

Kemampuan dan ketrampilan setiap prajurit dalam latihan menembak menggunakan dua jenis senjata yaitu senapan dan pistol. Untuk senapan digunakan jenis FNC sedangkan dan pistol menggunakan FN. 

Disamping sudah menjadi program bidang latihan, Latbakjatri juga akan di jadikan tolak ukur dari latihan menembak pada tahun sebelumnya untuk memenuhi prinsip latihan dimana harus bertahap, bertingkat dan berlanjut sehingga tujuan latihan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dapat tercapai.

 Kesuksesan latihan tidak lepas dari kemampuan Prajurit dalam pemahaman teori, prosedur penembakan, tindakan pengamanan yang diterapkan. 

Hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan fisik dan otot-otot untuk sikap atau posisi yang baik, kemampuan teknik membidik, pengendalian trigger, pengaturan nafas dan pegangan grip secara sempurna serta kesiapan mental menghadapi objek. 

Posisi merupakan faktor yang sangat diperlukan untuk tepat sasaran. Dalam mengambil posisi atau sikap menembak, faktor ini harus benar-benar dapat menunjang atau mengarahkan keseluruhan dari proses menembak secara sempurna, dan ini bergantung pada anatomis masing-masing penembak. 

Sikap atau posisi yang perlu diperhatikan ada 2 jenis yaitu sikap atau posisi yang terlihat semisal posisi kaki,badan,kepala dan kesejajaran dengan garis pandang, serta sikap yang timbul dari dalam atau inner stand.Inner stand ini misalnya seberapa besar kita mengerahkan tenaga otot untuk memegang senjata.

Setiap personel menghabiskan 30 butir peluru dengan jarak tembak 100 meter untuk laras panjang dan 25 meter untuk Pistol dengan 5 butir peluru. Dengan menggunakan sikap tiarap, duduk dan berdiri pelaksanaan menembak dapat diselesaikan dengan baik.[Rel]

News Feed