oleh

Poly Tjanddra,Napi LP Nusakambangan Nafkahi Istri Rp100 Juta Per Bulan

OKEBUNG|
Kendati sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan, Poly Tjandra (47) masih dapat menafkahi istrinya. Bahkan, dia mengirimkan uang sebesar Rp 100 juta setiap bulannya.

Menurut pengakuannya, uang yang dikirimkan untuk sang istri, Santi (47) hasil dari kerja sebagai penerjemah napi asal Hongkong di dalam LP.

Ia pun mengaku harta benda yang diduga BNN terkait tindak pencucian uang bisnis narkoba, merupakan hasil dari usaha Santy. “Saya kerja di LP, jadi penerjemah. Lagipula harta yang ada itu dari hasil usaha istri saya,” kilahnya saat ditemui di Gedung BNN, Jakarta Timur, Rabu (01/10/2014).

Santi, sang istri, yang turut diamankan BNN pun tidak mengakui uang tersebut hasil bisnis narkoba. Ia berdalih uang yang masuk ke dalam rekeningnya merupakan hasil usaha batik dan lumbung padi di Jepara, Jawa Tengah. “Kalau harta dari dulu kami bukan orang susah. Lagipula saya hanya dikasih Rp100 juta sebulan, bukan miliaran,” tegasnya.

Pony ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) di Pantai Mutiara Blok R, Pluit, Jakarta Utara pada tanggal 25 September lalu, terkait Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU) bisnis narkoba.

Seluruh pembayaran dari para bandar ditujukan ke belasan rekening milik Pony yang  diperkirakan mencapai angka Rp 600 miliar.

Dari tangan Pony, petugas menyita barang bukti berupa satu unit rumah di Perumahan Pantai Mutiara Blok R No.21 Pluit Jakarta Utara dan satu unit rumah di Cempaka Baru Kemayoran, satu unit mobil Jaguar, satu unit mobil Honda Odysey, dua unit jet ski dan tiga unit motor Harley Davidson. (okz)
Foto :Ilustrasi/

News Feed