oleh

Polsek Sunggal Ungkap Pengoplosan Gas Elpiji

OKEBUNG|
Petugas unit Reskrim Polsek Sunggal berhasil mengungkap pengoplosan gas elpiji subdisi 3kg ke tabung elpiji 12kg.Dari pengungkapan tersebut,dua orang diamankan polisi berikut barang buktinya.

Keduanya yakni,HM (30)warga Jalan Jamin Ginting,Kec.Medan Selayang, dan HG (40) warga Jalan Ngumban Surbakti, Kec. Medan Selayang,terpaksa mendekam di balik jeruji besi Polsek Sunggal, Kamis (26/05/20wd)sekira pukul 16.00 WIB.

Pengungkapn tersebut bermula adanya laporan masyarakat yang mengeluh dengan kelangkaan gas elpiji 3 kg.Berdasarkan keluhan warga tersebut,selanjutnya petugas Polsek Sunggal melakukan penyelidikan yang diketahui tersangka berinisial HM, memiliki usaha penjualan gas elpiji di Jalan Setia Budi, Kec. Medan Selayang.

Petugas kepolisian yang melakukan pengintaian, Rabu (25/03/2015) sekira pukul 09.00 WIB, melihat pelaku sedang mengurangi isi tabung gas elpiji ukuran 3kg dan memindahkannya ke tabung gas elpiji kosong ukuran 12kg yang kemudian menjualnya ke masyarakat dengan harga Rp 150 ribu.

Melihat itu, petugas kembali membuntuti pelaku HM Kamis (26/03) sekira pukul 16.00 WIB,usai membeli tabung gas isi 3 kg,dan ketika di gudang penyimpanan tabung gas elpijinya,petugas pun langsung meringkus HM dan memeriksa isi gudang penyimpanan gas elpiji tersebut dan menemukan 1 unit selang yang pada bagian ujung selang terdapat kepala gas, 18 tabung gas elpiji ukuran 12Kg yang kosong, 57 tabung gas elpiji ukuran 3Kg.

Saat ditanyai wartawan, pelaku mengakui perbuatannya yang telah digelutinya selama dua bulan ini.

“Baru dua bulan saja aku bisnis gas dengan cara mengoplos bang.kujual seharga Rp 22.000,”akunya.

Selanjutnya polisi melakukan pengembangan hingga berhasil menangkap pria berinisial HG di Jalan Jamin Ginting,Kec.Medan Selayang, tempat usahanya.

Kapolsek Sunggal, Kompol Aldi Subartono,didampingi Kanit Reskrim Iptu Pol Adhi Putranto Utomo,Jumat (27/03/2015) mengatakan, kedua pelaku merupakan pemain baru yang nekat mengoplos gas elpiji isi 3kg ke tabung gas ukuran 12kg kosong agar bisa meraup keuntung sebesar – besarnya.

“Kedua pelaku beraksi untuk mengambil keuntungan dengan cara memindahkan gas elpiji 3kg ke tabung kosong ukuran 12 kg dengan menggunakan selang yang sudah dirakit oleh mereka.Perbandingannya tabung gas 3kg dari agen dibeli dengan harga 20 ribu. Untuk memindahkan isi tabung gas elpiji 3kg ke tabung elpiji isi 12kg, membutuhkan 4 tabung gas elpiji ukuran 3kg. Jadi dengan modal Rp 80 ribu, mereka bisa meraup keuntungan Rp 70 ribu saat menjual gas elpiji ukuran 12kg dengan harga Rp 150 ribu,” ungkap Kompol Aldi.

Masih kata perwira berpangkat melati satu dipundaknya itu, dalam sebulan pelaku mampu meraup keuntungan Rp 9 juta. Dan untuk mengelabui masyarakat, pelaku pun menyiapkan segel sendiri yang telah mereka buat.

“Para pelaku bisa dapat keuntungan Rp 9 juta perbulan,dalam menjual gas elpiji ukuran 12 kg oplosan tersebut. Segelnya sendiri mereka punya dan itu masyarakat tidak begitu memperhatikannya,” ungkap Aldi.

Terpisah, HG dan HM saat diwawancarai mengaku mendapatkan ide sendiri dalam melakukan hal tersebut yang baru saja 1 – 2 bulan mereka kerjakan.

“Dapat ide sendiri kami bang, kami lihat – lihat dan kami coba,ternyata berhasil bang,” terang HM.

Kedua tersangka dijerat dengan UU RI No 22 tahun 2001,tentang minyak gas bumi dengan pasal 54 subs pasal 53, ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Dari kedua tersangka tak memiliki izin usaha dan keduanya kita jerat dengan UU RI No 22 tahun 2001, tentang minyak gas bumi dengan pasal 54 subs pasal 53, ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tegas Kompol Aldi.(admin)

Foto |ist\okb\

News Feed