oleh

Polsek Pondok Aren Ringkus Satu Lagi Pelaku Begal

OKEBUNG|
Seorang dari enam komplotan begal yang kerap beraksi di Jalan Masjid Baiturrohim, Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan akhirnya berhasil ditangkap petugas Polsek Sektor Pondok Aren.

Kapolsek Pondok Aren Kompol Bachtiar Alponso memaparkan, pelaku bernama Noval (19) warga Larangan, Tangerang. “Noval dibekuk tim antibegal Polsek Pondok Aren di Puri Beta Ciledug dini hari tadi,” ungkapnya,seperti dikutip dari okezone.com.

Dalam komplotannya, lanjutnya,Noval bertugas mencari mangsa sekaligus mengawasi lokasi pembegalan. “Dia berperan cari korban dan kondisikan situasi,” tambah Kapolsek.

Dia menambahkan, tidak ditemukan narkoba saat penangkapan Noval. “Tidak ditemukan narkoba pada saat penangkapan. Kita lidik didapat lokasinya langsung kita sergap,” ungkapnya.

Dengan tertangkapnya Noval, berarti sudah empat kawanan begal Pondak Aren yang berhasil diringkus petugas. Pelaku yang lebih dulu ditangkap adalah Puguh Dewanto, Nandar Pangestu, dan Nahar.

“Kami masih memburu satu orang yang terakhir,” simpulnya.

Sementara seorang pelaku lainnya meninggal dunia setelah dibakar hidup-hidup oleh warga. Dia adalah Herdiansyah.

Dalang begal di Pondok Aren, Tangerang Selatan tersebut dikenal suka berperilaku kasar baik kepada keluarga maupun orang lain.

Sementara itu,Maryati (32), adik kandung Celeng, mengungkapkan, kakaknya itu pernah menodongkan pistol ke kepala ayahnya Husin (60), lantaran tak diberi uang.

“Dia minta uang Rp3 juta sama baba, kagak dikasih langsung ngamuk. Diginiin pistolnya (diperagakan ke kepala) ke baba, orang kan panik, ketakutan sekeluarga, emak ampe nangis,” ungkap Maryati berlogat Betawi.

Nahar juga pernah menyiram ayahnya dengan air panas. Hal tersebut dilakukannya berulang kali, jika keinginannya tak dipenuhi. “Nyiram air ke muka baba. Dia orangnya beranian sama orangtua, sampai sakit-sakit dia (ayah). Orangnya kasar banget,” tambahnya.

Tidak hanya menodongkan pistol dan menyiram wajah ayahnya, Celeng juga menjual sebidang tanah milik keluarga tanpa sepengetahuan keluarga besar.

“Iya ini tinggal segini rumah baba, depannya itu yang lapangan gede sampai ke depan kiri kanan ada kontrakan ini tanahnya baba. Dijual sama dia (Celeng) tanpa kita tahu. Orang adatnya keras nanti kalau enggak diturutin dia ngelakuin yang aneh-aneh lagi. Jadi bodo amat lah,” kesalnya.

Pihak keluarga justru senang dengan tertangkapnya Nahar. Bahkan mereka berharap Nahar yang seharusnya dibakar warga karena perlakuan kasarnya sejak dahulu kepada keluarga dan orang lain.

“Kata mpok saya, kenapa bukan dia saja sih yang dibakar. Kami sudah begitu sama Nahar, sudah capek, dia mau ada mau kagak bodo amat. Kita mah yang penting ngurusin Baba biar enggak sakit-sakitan,” simpulnya.[okz\admin]

Foto|Ilustrasi\

News Feed