oleh

Polsek Medan Baru Tangkap Lepas Kasus Atensi Kapolri

OKEBUNG|
Aksi perampokan dikota Medan pantas tak pernah ada habisnya. Buktinya sudah banyak korban yang melapor ke polisi karena menjadi korban perampokan. Namun,disatu sisi perampokan tak pernah reda lantaran sudah ditangkap dilepaskan kembali dengan dalih korban sudah berdamai dengan pelakunya.

Seperti yang terjadi di Polsek Medan Baru,dua tersangka perampokan Tablet di kawasan Jalan Monginsidi Medan yang sempat ditahan beberapa hari diduga dilepaskan kembali dengan alasan tersangka sudah berdamai dengan pelaku.

Ironisnya,seakan-akan atensi Kapolri Jenderal Pol Sutarman yang diteruskan kepada Kapolda Sumut,Irjen Pol Eko S dan Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta yang saat ini memerangi pelaku 3C,bahkan sempat mendengungkan operasi 810 rasanya percuma saja.

Dalam kasus ini seharusnya Kapolri dan Kapolda Sumut menindak oknum yang telah bermain -main dengan atensi pimpinan tertinggi Polri.

Kapolsek Medan Baru,Kompol Nasrun Pasaribu dikonfirmasi okebung.com terkait dugaan kasus tangkap lepas tersebut membenarkan adanya dua tersangka kasus 365 dilepaskan dengan adanya perdamaian antara korban dan kedua pelaku.

“Benar,tersangka pelaku 365 dilakukan penahanan beberapa hari,namun keduanya sepakat berdamai dan korban mencabut laporan dengan dasar tersebut, sehingga kami lakukan penangguhan penahanan,”ungkap Kompol Nasrun Pasaribu kepada okebung.com, Jumat, (07/11/2014) malam.

Disebutkannya bahwa pihaknya melakukan penangguhan penahanan terhadap kedua tersangka atas dasar perdamaian dan laporan dicabut.

“Kalau ada penangguhan penahanan dikutip biaya puluhan juta,itu tidak benar.Karena dalam perkara ini tidak ada pungutan biaya apapun,”tegas Kompol Nasrun.

Sementara itu hasil investigasi wartawan dilapangan menyebutkan, bahwa kedua tersangka dilepaskan diduga dengan tebusan uang puluhan juta rupiah.

“Awalnya keluarga tersangka ada uang Rp 10 juta untuk dua orang,agar dilepas,namun mereka tak mau.Alhasil mereka cari tambahan sehingga jadinya dua orang dilepas dengan jumlah uang cukup besar kalau untuk kami,”ungkap sumber.

Padahal,lanjut sumber,sebelumnya korban juga sudah berdamai dengan keduanya dan tidak keberatan dilepaskan.Namun,pihak penyidik yang menangani kasus tersebut tetap tak mau keluarkan kalau uang gak sesuai.

“Ampunlah pokoknya,berurusan dengan aparat hampir sama dengan masuk rumah sakit biayanya.Masih mendingan dirumah sakit kartu BPJS berlaku sekali.Tapi kantor polisi ,ada saja oknum yang kurang ajar memanfaatkan sesuatu.Makanya jangan berurusan dengan pelanggaran hukumlah,gak laku kalau pun kita susah,”kesal sumber

Sebagaimana diketahui,dua remaja keturunan Tamil warga kawasan Kelurahan Polonia,Kecamatan Medan Polonia pada bulan lalu melakukan perampokan terhadap korban yang juga masih keluarga Polri dikawasan Jalan Monginsidi Medan.Kedua pelaku merampok tablet korban.

Saat melakukan aksi,kedua pelaku diteriaki korban sehingga ditangkap massa,dan langsung diboyong warga ke Mapolsek Medan Baru.

Namun,beberapa hari ditahan Polsek Medan Baru,kedua pelaku dilepaskan dengan perdamaian terhadap korban.Namun,setelah dilakukan perdamaian oknum Polsek Medan Baru mempersulit keluarnya kedua pelaku. Setelah terjadi ‘kongkow-kongkow’,akhirnya kedua pelaku diduga dilepaskan dengan tebusan sejumlah uang puluhan juta rupiah.(admin)
Foto:ilustrasi suap/net

News Feed