oleh

Polsek Delitua Ungkap tewasnya Karyawan Pabrik Plastik

OKEBUNG|
Pasca tewasnya seorang karyawan pabrik plastik,Yarman Laowo (42) warga Jalan Bajak II,Lingkungan V,Kelurahan Harjosari II,Kecamatan Medan Amplas dikediamannya,Rabu (20/05/2015) sekira pukul 05.00 WIB,ternyata menimbulkan kecurigaan pihak keluarganya,dan petugas Polsek Delitua.

Alhasil,polisi langsung melakukan penyelidikan dan autopsi jasad korban Yarman.

Mendapat ijin dari istri korban untuk autopsi jasad korban,selanjutnya Polsek Delitua dipimpin langsung Kapolsek AKP Daniel,S .Marunduri,SIK bersama Kanit Reskrim AKP Martualesi Sitepu,SH,MH bekerja secara ekstra mengungkap penyebab kematian korban.

Proses autopsi korban,Yarman Laowo pun selanjutnya dilakukan Rumkit Bhayangkara Poldasu,Rabu (20/05/2015) sekira pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB yang ditangani oleh Dokter Ahli bedah Guntur Bumi,Sp.F bersama timnya.

Dari hasil autopsi secara lisan dijelaskan oleh dokter bahwa penyebab kematian korban adalah adanya pendarahan otak bagian atas sekitar 30 cc dan pada selaput otak sebelah kiri ada serapan darah yang diakibatkan oleh benda tumpul lunak dan kematian korban bukan disebabkan oleh riwayat penyakit.

Dan berdasarkan hasil penyelidikan dilokasi tempat korban bekerja diperoleh keterangan saksi dari,Hermansyah Tarigan (38) warga Jalan Medan Delitua,Dusun VI,Desa Kedai Durian dan Septian Gea (21) warga Jalan Brigjen Hamid,Gang Ladang keduanya membenarkan bahwa korban terlibat perkelahian dengan tersangka KH sebelum meninggal dunia.

Saat berkelahi,KH memukuli kepala korban dan saksi sempat memisah,namun tidak digubris pelaku.

Berdasarkan hasil autopsi dan adanya keterangan saksi,tim khusus Polsek Delitua bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap tersangka, hingga akhirnya tersangka KH (21) warga Jalan Sei Bilah ,Gang Toba,Pangkalan Brandan,Kab Langkat/Jalan Swadaya,Kel Harjosari II,Kec Medan Amplas yang bekerja sebagai karyawan pabrik berhasil diringkus saat bekerja di dalam Komplek Pabrik Sentosa Plastik yang berlokasi di Jalan Brigjen Hamid Gang Ladang,Kec Medan Johor.

Pengakuan tersangka kepada petugas mengatakan baha peristiwa penganiayaan terhadap korban dilakukannya terjadi,Selasa (19/05/2015) sekira pukul 02.00 WIB,dinihari.

Saat itu keduanya posisi dalam bekerja,korban Yarman Laowo naik kelantai II kemudian tersangka bertanya kepada korban kenapa kau masukan bahan basah saat saya dibawah,lalu korban menjawab kenapa rupanya dan mengatakan suka-suka akulah.

“Kenapa kau masukan bahan basah,lantas dia menjawab seenaknya saja pak,buatt aku emosi,”Kenapa rupanya,suka-suka akulah,”aku tersangka menirukan ucapan korban kepada penyidik.

Mendapat jawaban korban spontan tersangka emosi lalu memukul cangkir yang dipegang korban hingga pecah dan air didalamnya tumpah.

Selanjutnya tersangka memukuli kepala korban dengan menggunakan kedua tangannya sebanyak lima kali.

“Dijawabnya seperti itu,langsung aku pukul dia sama cangkir yang kupegang dan kupukuli dia (korban,red) ,”jelas tersangka.

Melihat ada perkelahian sesama karyawan pabrik,lantas sang mandor melerai perkelahian itu dan langsung membawa korban berobat ke Klinik Sudiarto dan biaya perobatan ditanggung tersangka sebanyak Rp 35.000.

Dan,tepatnya pada Selasa (19/05/2015) sekira pukul 20.00 WIB. Antara korban dan tersangka kembali bekerja seperti biasa namun pada hari Rabu (20/05/2015),sekira pukul 04.00,WIB subuh,korban Yarman Laowo muntah-muntah di pabrik dan dibawa mandor pulang kerumahnya,dan pada pukul 05.00 WIB,usai azan subuh korban meninggal dunia.

Kapolsek Delitua,AKP Daniel, S. Marunduri,SIK didampingi Kanit Reskrim AKP Martualesi Sitepu,SH,MH saat memaparkan ,Senin (25/05/2015) mengatakan atas perbuatannya tersangka dipersangkakan melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia atau telah melakukan pembunuhan.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 338 sub 351 ayat 3 dengan Ancaman hukuman 15 tahun penjara,”tegas Kapolsek Delitua. (Jek)

Foto|ist

News Feed