oleh

Polsek Delitua Ringkus Pembunuh Janda 4 Anak

OKEBUNG|
Petugas unit Reskrim Polsek Delitua akhirnya berhasil meringkus dua dari empat pelaku pembunuh janda empat anak, Suryani (52) warga Jalan Besar Delitua, Simpang Kompleks KPUM, Desa Mekar Sari, Kecamatan Delitua, yang tewas dibunuh pada Jumat 13 Februari 2015 lalu.

Dua tersangka yang berhasil diringkus yakni Amri Johar alias Amri (33) warga Jalan Besar Delitua, Gang Utama,Desa Mekarsari,Kec Delitua,Kab Deliserdang,Prov Sumatera Utara,terpaksa ditembak lutut kirinya karena melawan dan berusaha kabur ketika hendak ditangkap petugas Polsek Delitua.

“Tersangka Amri Johar ditangkap Minggu 15 Februari 2015 sekira pukul 02.00 dinihari di rumah kakeknya Marelan, Kecamatan Medan Labuhan. Dia terpaksa ditembak karena melawan dan hendak kabur,”jelas Kapolsek Delitua Kompol Anggoro Wicaksono,SH,SIk MH didampingi Kanit Reskrim AKP Martualesi Sitepu,SH,MH kepada okebung.com, Senin (16/02/2015)

Selain berhasil meringkus tersangka Amri,lanjut Anggoro, polisi juga menangkap Rahmat alias Gembel (26) warga Jalan Besar Delitua,Gang Benteng, Desa Mekar Sari,Kecamatan Delitua,Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara di kediamannya pada Jumat 13 Februari 2015.Sementara dua pelaku lainnya berinisial S dan B masih dalam pengejaran pihak polisi.

Menurut perwira tamatan Akpol 2002 ini bahwa kedua tersangka bersama dua pelaku lainnya sudah merencanakan aksi perampokan yang menewaskan pengusaha reparasi jok sepeda motor tersebut. Korban yang melawan membuat tersangka panik hingga akhirnya mereka menghabisi korban.

“Kepala korban dilinggis hingga tersungkur bersimbah darah dan korban belum juga tewas bangkit kembali merintih menangis,”sebut Anggoro.

Masih kata Anggoro,saat itu anak korban paling kecil,Salsabila (9)melihat ibunya bersimbah darah dan selanjutnya Salsabila membangunkan abangnya Aldino Prasetyo (14).

“Salsabila selanjutnya bangunkan Aldino karena melihat ibunya berdarah-darah dan menangis,”ujar Anggoro.

Melihat ibunya terkapar bersimbah darah,kata Anggoro,Aldino dan Agung Wirayuda (11) langsung menjerit sehingga tetangga korban berdatangan dan pelaku langsung kabur tidak ada membawa harta benda korban.

“Warga pun langsung membawa korban ke RS Sembiring Delitua guna pertolongan medis,namun beberapa saat kemudian korban tidak tertolong nyawanya meninggal dunia,”jelas Anggoro seraya menambahkan bahwa korban anaknya yang paling besar Azahari Anggara (19) sedang bekerja di Riau.

Dalam aksi tersebut para pelaku hanya berhasil membawa kabur satu unit handphone dan linggis untuk menghabisi nyawa korban tertinggal dirumah korban

“Handphone dibuang tersangka ke sungai dekat rumah.Linggis berlumuran darah kami sita untuk barang bukti,”tandas Anggoro menambahkan bahwa anak korban saat ini terpaksa tinggal dirumah neneknya karena lokasi rumahnya dipasangi Police Line.

Kedua tersangka dijerat pasal 340 Subs 338 atau 365 ayat (4) Jo 351 ayat (3) dari KUHPidana, dengan ancaman hukuman mati,”tegas Anggoro.(jek)

News Feed