oleh

Polsek Delitua Gulung Sindikat Jambret Kerjasama dengan Abang Becak

OKEBUNG|
Usai sudah petualangan para pelaku sindikat jambret yang kerap beraksi bekerjasama dengan penarik becak bermotor (betor,red). Pasalnya, lantaran menjambret tas sandang milik seorang istri anggota Polri. Sindikat pelaku jambret tersebut akhirnya berhasil digulung petugas unit Reskrim Polsek Delitua dipimpin AKP Martualesi Sitepu,SH,MH.

Informasi diperoleh menyebutkan, kejadian menimpa istri anggota Polsek Delitua bernama,Nur Arfah Br Simbolon (37) yang bekerja sebagai ibu guru Aspol Pasar Merah terjadi,Minggu (26/04/2015) sekira pukul 21.30 WIB.

Awal kejadian ketika korban saat itu sedang menumpang becak dari Jalan Seser Perum Citra Mulia,Medan Amplas menuju rumahnya di Aspol Pasar Merah.Namun, saat melintas didepan kampus PTKI Jalan Menteng Medan,tiba tiba pengemudi becak yang akhirnya diketahui bernama Daniel Simanjuntak memperlambat laju betornya.

Seketika dua orang pengendara sepeda motor Honda Beat memepet dan menarik tas korban sehingga terjadi aksi tarik tarikan.Karena korban kalah tenaga akhirnya kedua
pelaku berhasil melarikan tas korban.

Akibat kejadian itu,wanita yang bekerja sebagai guru dan istri seorang anggota Polri itu kehilangan 1 buah tas warna coklat berisi kartu
Askes,ATM,kartu Bhayangkara, sejumlah identitas lainnya milik korban dan anaknya serta uang tunai sejumlah Rp.300.000,raib dibawa pelakau.

Merasa dirugikan,lantas korban pun diantar pengemudi becak ke Aspol Pasar Merah untuk bertemu dengan suaminya,Bripka Ralin Gajah yang
bertugas di Unit Reskrim Polsek Delitua.

Setelah menceritakan kejadian menimpa dirinya,lantas Brigadir Ralin menganjurkan kepada istrinya aagar melaporkan kejadian tersebut kepada Kanit Reskrim Polsek
Delitua.

Selanjutnya polisi dipimpin Kanit Reskrim Polsek Delitua,AKP Martualesi Sitepu,SH,MH mengintrogasi dengan pengemudi becak tersebut.Namun,saat ditanyai AKP Martualesi,ditemukan kejanggalan atas jawaban abang becak itu.

“Saya curiga karena mengapa dia (pengemudi becak,red) tidak ada menolong sedikitpun terhadap penumpangnya.Biasanya tukang becak kalau penumpangnya dirampok selalu berteriak,”ungkap AKP Martualesi Sitepu,SH,MH kepada okebung.com.

Selanjutnya,pengemudi betor diperiksa dan dari hasil keterangannya mengatakan bahwa salah satu dari tersangka yang menarik tas dikenalnya bernama Bagus Sugio Siahaan (17) seoran pengangguran warga Jalan Seser III,Gang Rambutan,Medan Amplas yang masih satu lingkungan dengannya abang becak.

“Berdasarkan pengakuan abang becak diketahui bahwa dirinya bersekongkol dengan pelaku dan mengenal pelaku. Selanjutnyaa dilakukan pengembangan hingga akhirnya berhasil membekuk tersangka pada,Senin (27/04/2015)
sekira pukul 18.00 WIB di Jalan Seser.

Dari hasil pemeriksaan tersangka menerangkan aksi begal tersebut dilakukan bersama rekannya.

” Usai dilakukan perampasan tas milik korban dikawasan Amplas selanjutnya teman saya bernama Yogi Pratama (DP0)
membuang tas tersebut ke sungai Amplas dan hasil perampasan tersebut saya mendapatkan keuntungan sebanyak Rp 150 ribu dipakai untuk beli jajan,Rp 25 ribu untuk beli sabu dan sisanya tinggal Rp 3 ribu,” aku tersangka.

Masih diterangkan tersangka,bahwa dirinya sudah berulang kali melakukan aksi perampasan barang milik orang lain tersebut.

” Kalau di hitung sudah 4 kalilah pak saya melakukan begal ini,”kata tersangka kepada petugas.

Kapolsek Delitua,Kompol Anggoro Wicaksono,SH,SIK,MH melalui Kanit Reskrim AKP Martualesi Siepu,SH,MH membenarkan hal tersebut.

” Tersangka di jerat Pasal 365 KUHPidana dengan Ancaman hukuman 9 tahun penjara dan karena mengetahui lokasi kejadian di wilkum Polsek Medan Area, tersangka bersama barang buktipun kita serahkan ke Polsek Medan Area tadi malam ,” jelas Kanit Reskrim. (Jek)

News Feed