oleh

Polsek Delitua Gelar Rekontruksi Pembunuhan Penjaga Malam

OKEBUNG|
Kepolisian Sektor (Polsek) Delitua menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan,Hendri Tona Sitepu alias Tona (43) warga Jalan Pales Raya Gang Melati,Kel Simp Selayang,yang terjadi di Pasar Induk Lauchi, Kec Medan Tuntungan,pada Kamis (19/02/2015) ,lalu sekira pukul 04.00 subuh.

Gelar rekonstruksi kasus pembunuhan,penjaga malam yang dilakukan,Defri Pranata Sitepu alias Aseng Btn (25) penjaga malam,warga Desa Guru Kinayan, Kec Payung,Kab Karo,Sumatera Utara dilaksanakan,Rabu (20/05/2015),sekira pukul 12.00 -13.00 WIB menampilkan 6 adegan .

Rekonstruksi ini dipimpin Kanit Reskrim Delitua AKP Martualesi Sitepu,SH,MH bersama selaku penyidik dalam perkara tersebut Aiptu Darman Sembiring dan Brigadir Rusdin Sinulingga di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejari Medan,Yan Andi,SH dan Yunitri, Sagala SH dan penasehat hukum tersangka Sunardi,SH serta disaksikan oleh istri korban bernama Pelita boru Sembiring.

Terlihat dalam adegan rekonstruksi tersangka memperagakan awal peristiwa terjadi saat korban yang sedang jaga malam duduk dimeja bersama kedua rekannya (saksi) bernama Jakub Sitepu dan Oktavianus Sitepu didatangi tersangka yang langsung memukul meja dengan sebilah pisau.

Atas perbuatan tersangka,lantas korban menegur tersangka agar meletakkan pisau yang dibawanya .Namun,permintaan korban tidak digubris tersangka,malah tersangka mengatakan “nanti abang tampar aku”,Lantas korban mengatakan “gak dan letakkan aja pisaumu”,lalu tersangkapun meletakkan pisau yang dibawanya dekat meja.

Usai tersangka meletakan pisau tersebut,seketika itu korban menampar bagian pipi tersangka sebanyak dua kali dengan menggunakan tangan kanan.

Menerima tamparan dari korban,lalu tersangka kalap dan mengambil pisau kembali dan kemudian menusukannya ke bagian dada sebelah kiri korban sebanyak satu kali dan selanjutnya tersangka melarikan diri.

Pengakuan tersangka bahwa dirinya memukulkan pisau ke meja karena merasa sakit hati tidak di izinkan duduk bersama dengan korban.

Sebelum pelaksanaan rekonstruksi menantu korban bernama Rio Sembiring yang hadir menyaksikan rekonstruksi sempat melakukan pemukulan terhadap tersangka karena emosi akibat perbuatan pelaku yang mengakibatkan mertuanya meninggal dunia.

Kapolsek Delitua AKP Daniel,S. Marunduri,SIK melalui Kanit Reskrim AKP Martualesi Sitepu,SH,MH mengatakan bahwa rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan tersangka menampilkan. 6 adegan.

“Ada 6 adegan dimulai dari datangnya tersangka hingga menghabisi nyawa korban,”jelas Martualesi.

Dia menghimbau agar kita dapat menguasai diri sendiri dan tidak mudah terpancing emosi yang akhirnya merugikan kita sendiri,seperti tersangka sendiri yang masih punya istri dan anaknya yang balita sementara tersangka adalah tulang punggung keluarganya.

“Redamlah emosi,jangan gegabah seperti yang dilakukan tersangka terhadap korbannya,”himbaunya.(Jek)

Foto |ist\okebung.com

News Feed