oleh

Polresta Medan Ungkap Sindikat Pemalsuan KTP

OKEBUNG|
Terbukti menjalankan praktek pemalsuan KTP (Kartu Tanda Penduduk), seorang Kepala Lingkungan I Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota dibekuk personel unit Tipiter ( Tindak Pidana Tertentu) Sat Reskrim Polresta Medan. Dalam aksinya tersangka dibantu seorang operator warnet yang juga ikut diamankan petugas, Senin (13/04/2015).

Informasi diperoleh wartawan di Mapolresta Medan menyebutkan , kedua tersangka pemalsu KTP yang diamankan pihak kepolisian tersebut diantaranya berinisial, DRP (53) warga Jalan Laubeng Kelewang Medan yang juga merupakan seorang Kepala lingkungan I, Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota,dan. Pria berinisial LB (42) warga Komplek Bela Vista, Jalan Tali Air, Kelurahan Mangga,Kecamatan Medan Tuntungan yang merupakan seorang operator warnet di kawasan Teladan.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram Istanto melalui Kanit Tipiter (Tindak Pidana Tertentu), AKP Bayu Samara Putra menyampaikan kepada sejumlah wartawan, penangkapan terhadap kedua tersangka bermula adanya pengaduan masyarakat mengenai praktek pemalsuan KTP yang sudah dua tahun dijalankan oleh tersangka yang menjabat sebagai Kepala Lingkungan I, Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota selama tiga tahun terakhir.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh personel Unit Tipiter Reskrim Polresta Medan hingga akhirnya polisi berhasil menangkap tersangka DRP (53) dari rumahnya, Minggu (12/04/2015) malam.

Dari penangkapan tersangka DRP, pihak kepolisian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka LB (40) ketika sedang berada di warnet kawasan Teladan.

Dari tangan kedua tersangka petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa puluhan lembar KTP palsu, puluhan lembar blangko kosong, sepasang surat nikah palsu, dan sejumlah peralatan yang digunakan dalam praktek pemalsuan berupa, seperangkat alat cetak printer serta komputer, flasdisk berisi file format cetakan KTP.

Pihak kepolisian menyebutkan, berdasarkan pengakuan tersangka KTP yang dipalsukan itu dibandrol seharga Rp 30 perlembar.Dalam satu harinya kedua tersangka mampu mencetak sekitar 21 lembar KTP palsu yang dipesan warga masyarakat melalui permintaan tertentu.

“Penangkapan kedua tersangka bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya praktek pemalsuan KTP yang dilakukan oleh oknum kepala lingkunga.

Informasi itu kemudian kita tindaklanjuti melalui penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka DRP (53) seorang Kepling dengan barang bukti puluhan lembar KTP palsu serta puluhan lembar blangko kosong.

Dari penangkapan itu kembangkan dan ternyata dibantu oleh seorang operator warnet di kawasan Teladan berinisial LB (40). Dari tersangka LB kita amankan barang bukti alat komputer dan alat pencetak printer serta flashdish berisi file format KTP yang akan dicetak,” jelas AKP Bayu Putera Samara.

Lebih lanjut pihak kepolisian menyebutkan masih akan mendalami kasus tersebut untuk mengejar seorang berinisial ZS (DPO) yang menurut pengakuan diketahui memberikan blangko kosong kepadatersangka DRP.

Sementara itu kedua tersangka yang diamankan petugas dijerat Pasal 96 A UU No. 24 tahun 2013 tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2006 berkaitan administrasi kependudukan dengan ancaman kurungan penjara diatas 6 tahun. (ai)

Foto |Ilustrai

News Feed