oleh

Polresta Medan Ungkap Jaringan Penadah Curanmor Antar Provinsi

OKEBUNG|
Petugas unit Jahtanras Sat Reskrim Polresta Medan berhasil mengungkap sekaligus meringkus jaringan penadah pencurian sepeda motor (curanmor) antar provinsi Medan- Aceh dalam penggerebekan di Jalan Willem Iskandar,Medan.

Dari penggerebekan itu,petugas berhasil mengamankan empat tersangka yakni ISM alias IAM alias IC (42) warga Jalan Denai, KelTegal Sari Mandala II, Kec. Medan Denai, MS alias S (50) warga Jalan Makmur Pasar VII, Dusun V Dahlia, Kel Sambi Rejo Timur, Kec Percut Seituan,dan S (31) dan AFH (33) keduanya warga Medan.

Dari penggerebekan yang dilakukan petugas Jahtanras Polresta Medan pada Senin (09 /032015) lalu berhasil menyita beberapa plat tanda nomor kendaraan, sejumlah kaca spion, stiker, cat pilox, kunci-kunci dan lainnya.

Kepada wartawan,Rabu (11/03/2015)Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram mengatakan bahwa terungkapnya jaringan penadah sepeda motor curian tersebut,setelah anggota berhasil meringkus tersangka curanmor.

“Terbongkarnya penadah curanmor ini setelah seorang pelaku curanmor ditangkap.Dari pengakuannya bahwa dirinya membuang barang hasil curiannya di di Jalan Willem Iskandar, ”ujar Kompol Wahyu Bram.

Selanjutnya,kata Wahyu,setelah dilakukan penyelidikan,ternyata barang curian tersebut dijual penadahnya hingga ke Provinsi Aceh.

“Dalam kasus ini,kita mengejar empat orang lain di Aceh yang terlibat dari jaringan pencurian dan penadah sepeda motor ini,” tegas Kompol Wahyu.

Kepada wartawan,tersangka MS mengaku bahwa dirinya menjadi penadah sepeda motor curian sejak akhir 2014. “Berbagai merek kereta (sepeda motor) yang ditampung dengan harga tergantung kondisi dan merek sepeda motornya.Biasanya Rp 1,4 juta sampai Rp 1,8 juta,” aku tersangka MS menambahkan bahwa sepeda motor yang dibeli dari pelaku langsung dirombak dan pembeli biasanya datang kerumah.

“Harganya bervariasi bang tergantung mereknya dan pembelinya dari Aceh datang langsung melihat,”sebutnya.(admin\bs)

News Feed