oleh

Polresta Medan Gerebek Pabrik Sabu Beromset Miliaran Rupiah di Sunggal

OKEBUNG|
Petugas Saturan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Kota Medan (Sat Res Narkoba Polresta),kembali mengukir prestasinya dengan berhasil membongkar pabrik sabu di Jalan Binjai Km 16,6 Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal,( 22/05/2015),lalu.

Dari penggerebekan itu,polisi berhasil menyita barang bukti 2,050 Kg Sabu, timbangan elektrik serta 650 gram bahan pembuat sabu beserta 3 tersangka pengedarnya.

Adapun ketiga tersangka yang diamankan yakni FS (38) warga asal Aceh, NG alias NO (37) dan SU alias AN (37) keduanya warga Jalan Medan-Binjai Km 13,8 Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal,Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara.

Kasat Res Narkoba Polresta Medan Kompol Wahyudi,didampingi Wakasat Res Narkoba,AKP Rosyid menerangkan bahwa dibongkarnya pabrik sabu ini berawal ketika pihaknya berhasil mengamankan tersangka FS, di Jalan Gatot Subroto Kelurahan Simpang Tanjung Kecamatan Medan Sunggal setelah sebelumnya petugas menyaru sebagai pembeli.

Dari situ polisi mengamankan barang bukti 1,2 kg sabu.Penangkapan FS pun selanjutnya dikembangkan,dan berdasarkan keterangan FS sabu diperoleh dari pria berinisial RY (DPO).

“FS kita tangkap,lalu kita kembangkan dan berdasarkan keterangan tersangka FS sabu diperoleh dari orang bernama RY (DPO), dan selanjutnya kita mendapat jaringan RY di Desa Sei Semayang Sunggal,” jelas Kompol Wahyudi,Selasa (26/05/2015),kepada wartawan.

Masih dijelaskan Wahyudi bahwa selanjutnya pihaknya melakukan penelusuran di Desa Sei Semayang,Sunggal dan tak lama berselang polisi lalu menggerebek sebuah rumah yang dijadikan lokasi pembuatan sabu.

“Setelah kita telusuri akhirnya berhasil menggerebek pabrik sabu. dikawasan tersebut,”sebut Kompol Wahyudi.

Pemilik rumah NG alias NO (37) diringkus petugas, dengan barang bukti 850 gram sabu, 54 paket sabu, 1 timbangan digital, dan 1 plastik prekosor pembuat sabu. Polisi turut meringkus rekannya SU alias AN (37).

“Bahan sabu itu dipasok dari Malaysia via Aceh. Tersangka kemudian meraciknya ‎di rumah tersebut dan Sabu setengah jadi dicampur bahan (perkusor) dan diolah sehingga menjadi sabu yang siap dipasarkan,”beber mantan Kapolsek Medan Kota ini,seraya menambahkan bahwa pemasaran sabu tersebut meliputi kebeberapa provinsi di Indonesia,yakni Padang, Palembang dan Pekanbaru.

Dalam sebulan,kata Wahyudi, para pelaku bisa memproduksi sedikitnya 5 Kg sabu. Namun tidak tertutup kemungkinan jika bahan yang dipesan bisa dikirim, pabrik rumahan ini mampu menghasilkan 10 Kg sabu dalam sebulan yang bila dirupiahkan beromset miliaran rupiah.

“Diperkirakan 10 Kg sebulan diproduksi pabrik rumahan tersebut,”jelasnya.

Dia menegaskan,bahwa pihaknya akan terus melakukan pengejaran terhadap orang-orang yang memasok bahan pembuatan sabu. Selain itu, pihaknya juga kini mengejar RY dan dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).”RY status DPO dan terus kita buru sampai kemana pun,”pungkasnya.[yud\admin]

Foto |ist\

News Feed