oleh

Polresta Medan Gerebek Lokasi Pengoplosan Gas Bersubsidi

OKEBUNG|
Petugas Unit Ekonomi Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kota Medan (Sat Reskrim Polresta) berhasil menggerebek lokasi pengoplosan gas bersubsidi di Dusun Selang Paku, Desa Namorambe Julu Ke Kutalimbaru,Kab Deliserdang,Prov Sumatera Utara, Jumat l05/02/2016) dinihari.Dari penggerebekan itu petugas berhasil mengamankan tiga orang termasuk supplier gas berikut barang bukti.

Ketiga orang yang diamankan yakni supplier gas 3 Kg bersubsidi yakni Arnitha (32) warga Jalan Sakura II Kel Tanjung Slamat Kec Medan Tuntungan, Edi Syahputra (27) warga Jalan Tani Asri Dusun II Tanjung Gusta, dan Syafriansyah (21) warga Jalan Sunggal Kanan Srigunting,Kec Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara.

Selain itu polisi juga berhasil menyita sejumlah baramg bukti berupa 770 tabung gas ukuran 3 kg, 120 tabung gas 12 kg, 19 unit tabung gas 50 kg, dan satu unit alat timbangan.

“Terungkapnya pengoplosan gas bersubsidi ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya aktivitas pengoplosan gas di lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan informasi itu selanjutnya petugas Unit Ekonomi Satreskrim Polresta Medan pun melakukan olah TKP dan ditemukan adanya tindak pidana pengoplosan gas bersubsidi dan langsung anggota melakukan penindakan,” ujar Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subartono,kepada wartawan.

Disebutkan bahwa praktik pengoplosan gas ini sudah berjalan sejak bulan November 2015 hingga sekarang.

“Bisnis gas oplosan tersebut sudah berjalan selama dua bulan setengah, satu tersangka merupakan supplier tabung gas 3 kg sub agen resmi di Asam Kumbang, sedangkan dua lagi pengoplosnya.Dan hingga saat ini pihaknya masih memburu pemilik usaha gas oplosan, berinisial A (DPO),,” tegas Mardiaz.

Dalam kasus ini ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 55 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dan Pasal 62 Subs Pasal 8 UU RI No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, dengan denda Rp 2 miliar, dan ancaman hukuman 6 tahun penjara.(Ad)

Foto : dok.

News Feed