oleh

Polisi ‘Tak Berani’ Tangkap Preman Penyerangan Kantor Redaksi Harian BPB di Medan

OKEBUNG|
Terkait penyerangan kantor redaksi Harian Batak Pos Bersinar (BPB),yang dilakukan puluhan anggota Organisasi Kepemudaan (OKP),termasuk kriminalisasi terhadap kebebasan pers dan menghina pers.

Pasalnya,penyerangan yang dilakukan preman tersebut terkait pemberitaan yang diterbitkan Harian BPB masalah penganiayaan korban Bayu Kharisma Surbakti yang diduga dilakukan oknum Ketua OKP dan anggotanya di Enterance Diskotik.

“Kalau memang keberatan masalah pemberitaan silakan buat hak jawab,bukan malah menyerang seperti preman tak berpendidikan.Ini zaman sudah berubah,gak ada lagi main kekerasan.Kalau sebagai pimpinan kepemudaan tentu harus profesional cara berpikirnya bukan malah mengeksploitasi pemuda yang tidak tau menau masalahnya,”tegas Paulus Ronald Sinambelas,SH kepada wartawan,Jumat (29/05/2015) sore di lantai II Intermezzo Cafe Jalan Setiabudi Medan.

Paulus menjelaskan bahwa penyerangan kekantornya tersebut sudah direncanakan dan jelas masalah pemberitaan.Karena,saat anggota OKP tersebut menyerang kantor sambil membawa koran terkait pemberitaan dialami Bayu.

“Penyerangan murni masalah berita yang kami ekspos.Bagaimana kita sebagai sosial kontrol tidak membantu korban yang sengaja datang kekita meminta tolong agar dibantu proses hukumnya,tentu kita sebagai jurnalis sejati akan. membantunya,”kata Paulus.

Perlu diketahui,lanjut Paulus,bahwa dinegara maju di luar negeri yang namanya wartawan itu sangat disegani dan di agung-agungkan oleh siapapun,termasuk aparat penegak hukumnya.Karena,wartawan pekerjaan mulia dan selalu membantu kaum lemah yang membutuhkannya. Apalagi,jika sudah berkerja, wartawan lebih bebas menggali informasi dan akurat datanya.

“Jadi kalau disini (Medan),wartawan saja sudah diintimidasi begitu,tentu sudah tidak ada harga dirinya,dan saya yakin,jika otak pelaku penyerangan kantor redaksi Harian BPB tidak secepatnya ditangkap,akan terjadi hal serupa lagi seperti saya dilakukanoroang yang sama.Mana program kerja 100 hari Kapolri yag mau memerangi premanisme.Ini jelas adaa laporannya dan pelakunya kenapa tidak ditangkap.Apa polisi ‘takut’menangkap dia,karena ketua okp,”ungkapnya.

Kasus penyerangan redaksi Harian BPB,kata Paulus,sudah banyak tokoh yang mau membantu dan mengecam aksi penyerangan itu.Termasuk pihak TNI siap membantu menangkapkan pelakunya, apabila polisi membutuhkan bantuan untuk menangkap dalang penyerangan tersebut.

“TNI saja mau membantu menangkapkan otak pelakunya,jelas sudah bahwa TNI sayang sama wartawan, karena siap sedia jika diperlukan bantu menangkap pelakunya,”kata Paulus menambahkan.

Paulus berharap janganlah mengeksploitasi pemuda dengan tujuan pribadi tertentu.Pemuda adalah penerus bangsa dan bukan untuk dieksploitasi dengan tujuan tertentu pimpinannya semata.

“Ingat,saya juga termasuk keluarga dekat pendiri OKP di Medan dan juga pernah menjadi kuasa hukum almahrum ketua besar saat masih ada.Bahkan dua anak saya yang memberikan nama almahrum tersebut.Almahrum adalah tokoh pemuda yang paling disayang dan dihargai siapapun,karena kearifan dan bijaksananya dalam memimpin. Jadi janganlah masalah yang saya hadapi sekarang ini dikait-kaitkan dengan okp-okp.Kalau gak senang diberitakan main dijalur hukum,saya siap ko,”cetus Paulus.

“Saya meminta dan mendesak Kapolda Sumut dan Kapolresta Medan segera menangkap otakk pelaku penyerangan kantor saya itu.Apabila tidak segera ditangkap maka kasus ini akan dibawa ke dewan pers dan Kapolri,”pinta Paulus.

Sekedar diketahui aksi penyerangan dan pengrusakan di. kantor redaksi Harian Batak Pos Bersinar di Jalan Setiabudi No 90 F/G Medan, dilakukan puluhan anggota OKP mengendarai mobil dan sepeda motor terjadi pada,Selasa 26 Mei 2015 pukul 14.00. WIB.

Atas kejadian tersebut selanjutnya ,Paulus Ronald Sinambela,SH selaku Pemimpin Redaksi Harian Batak Pos Bersinar membuat laporan ke Mapolresta Medan dengan bukti Surat Laporan :Nomor :LP/1344 /V/SPKT /2015/RESTA-Medan,tertanggal 26 Mei 2015.[J Yin)

Foto|dok\okebung.com\

News Feed