oleh

Polisi Tak Berani Tangkap Pelaku Pengeroyokan Surbakti

OKEBUNG|
Yang namanya pemimpin seharusnya bisa menjadi panutan terhadap anggotanya .Apalagi menjadi pemimpin organisasi kepemudaan (OKP),tentu sangat dibanggakan pemuda dan memang harus menjadi tauladan bagi anggotanya.

Bukannya malah menjadi ‘biang keladinya’disaat anggotanya membuat keonaran.Tentu hal itu sangatlah tak patut ditiru dan dicontoh.

Ungkapan ini pantas ditujukan kepada oknum ketua salah satu OKP di Medan yang diduga telah melakukan pengeroyokan terhadap,Kharisma Bayu Surbakti (19),warga Jalan. Setiabudi. LK XI,Kel Tanjungrejo,Kec Sunggal.

Ironisnya,kasus pengeroyokan tersebut hingga saat ini ‘jalan ditempat’dan seakan-akan polisi yang menerima laporan korban tak berani menangkap pelakunya.

Peristiwa naas menimpa Bayu itu terjadi,Minggu,(24/05/2015),sekira pukul 04.30 WIB di Enterance Diskotik yang berada di Hotel Grand Aston Jalan Balaikota Medan.Saat itu korban sedang nyantai tiba-tiba didatangi pria berinisial KP,langsung menarik kerah baju kemeja korban.Karena korban menganggap pelaku mabuk dan ramai bersama rekan-rekannya termasuk oknum Ketua OKP,dirinya pun menghindar dan selanjutnya keluar dari lokasi tersebut.

Namun,saat hendak pergi korban dihadang puluhan anggota OKP sudah mabuk.Melihat itu,korban pun hendak kabur namun malah didekati KP dan langsung terjadi penganiayaan disusul diikuti beberapa anggota OKP.

“Entah apa sebabnya bang,tiba-tiba si KP itu langsung narik kerah bajuku dan ngajak berantam dia.Karena mereka banyak saya pun gak meladeninya.

Namun,saat mau pergi,si KP dan TP malah menyorong-nyorong saya dari belakang agar saya melawan.Namun saya tak melawan juga karena mereka ramai kali,”jelas Bayu,didampingi Pemred Harian Batak Pos Bersinar kepada wartawan, Jumat (29/05/2015)sore di Intermezzo Cafe Jalan Setiabudi Medan.

Merasa dirugikan,akhirnya korban pun melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Medan Barat dengan bukti surat lapor, No. LP : 184/V/2015 /SPKT/Polresta Medan/Sek Mdn Barat,tertanggal. 24 Mei 2015.

Disebutkannya bahwa saat kejadian berlangsung, oknum pria mengaku Ketua OKP menyuruh saya berkelahi dengan anak buahnya di lokasi hiburan malam. “Kau duel sama anak buahku, jangan kau anggar jago disini,” ujar Bayu menirukan ucapan TP pada saat itu.

Diakuinya, kejadian penganiayaan secara bersama-sama yang dilakukan terhadap dirinya hingga mendapat luka pada sekujur tubuh, tidak berlangsung lama, karena keburu dihadang petugas keamanan hiburan
malam.

Disebutkannya, dalam laporan pengaduan yang dilakukan, Polisi menempatkan Pasal 170 Jo 352 Sub 338 dengan terlapor atas nama Thomas Purba dan Kris Panggabean.

“Saya berharap agar Polisi segera meringkus kedua preman itu dan anggotanya yang telah melakukan tindak penganiayaan. Jangan karena dia (pelaku) Ketua OKP Medan, lantas Polisi membiarkan laporannya dan tidak berani menangkapnya, ”harapnya.

Terpisah,Kapolsek Medan Barat,Kompol Siswandi,SH,SIK,MH saat dikonfirmasi terkait laporan korban mengatakan bahwa laporan korban telah diterima,

“Sedang kita proses dan terlapornya hanya seorang saja Kris Panggabean,”sebutnya melalui handphone,Jumat (29/05/2015).
(J Yin)

Foto |bukti laporan korban\

News Feed