oleh

Polisi Militer Merupakan Bagian Dari Criminal Justice System

OKEBUNG|
Kedudukan personel Polisi Militer (PM) sebagai penyidik adalah merupakan bagian dari Criminal Justice system yang intinya harus dapat membuat terangnya suatu perkara sampai ditemukannya tersangka, untuk ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenamng guna penyelesaian proses hukum lebih lanjut.

Demikian sambutan Danpuspomau Marsma TNI Zapanta Boes, SH, MSi (Han) yang dibacakan Wadan puspomau Kolonel Pom. PL Tobing, SH. MH., pada acara penyumpahan 44 personel penyidik Pomau terdiri dari 20 Perwira dan 24 Bintara dari berbagai Satuan TNI AU dan Puspomau di ruang Serbaguna Puspomau, Halim Perdanakusuma,baru-baru ini.

Dikatakan, penyumpahan penyidik merupakan persyaratan formal yang harus dilaksanakan sesuai pasal 69 ayat 1 undang-undang nomor 31 tahun 1997 tentang peradilan militer, sebagaimana yang dimaksud penyidik antara lain adalah Polisi militer. Dalam penjelasannya, disebutkan bahwa pejabat Polisi Militer tertentu yang mendapat pelimpahan wewenang dari Panglima TNI selaku Atasan Terhukum (Ankum) tertinggi untuk melakukan penyidikan terhadap tindak pidana yang dilakukan prajurit.

Sebagai penyidik,para Perwira dan Bintara dituntut memiliki integritas moral yang baik untuk mengikuti ketentuan yang diatur dalam hukum formil maupun materiil sebagai acuan dalam pelaksanaan penegakan hukum, dengan memperhatikan azas-azas penyidikan yaitu azas kepentingan masyarakat, azas kepentingan individu dan azas kepentingan hukum.

Dengan demikian peran penyidik sangat dibutuhkan dedikasi dan pengabdian tanpa pamrih, sehingga hasilnya akan mampu memberikan kontribusi yang optomal bagi kepentingan Angkatan Udara.

Dengan harapan penyidik mampu membuktikan dan mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks mengingat intensitas kasus di lingkungan TNI AU dapat dikatakan cukup tinggi baik secara kualitas maupun kuantitas, “harapnya.

Mengungkap suatu perkara ditentukan oleh ketajaman dan kepekaan cara berpikir serta naluri penyidik dalam mengungkap suatu kasus, kecermatan dan ketelitian serta kemauan kerja keras untuk menemukan berbagai alat bukti menjadi jaminan terungkapnya suatu perkara.

Kondisi demikian mengisyaratkan sebagai penyidik untuk tidak cepat berpuas diri terhadap hasil yang didapat, tetapi berusaha mencari bukti lain sehingga motif dan latar belakang perkara yang ditangani dapat diungkap dengan jelas, tambahnya.(Dispenau)

News Feed