oleh

Polisi Gerebek Usaha Oli Beracun Beromset Ratusan Juta Per Bulan

JAKARTA-OKB|
Petugas jajaran Polda Metro Jaya berhasil melakukan penggerebekan lokasi penampungan dan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara beromzet ratusan juta perbulannya.

Informasi menyebutkan,polisi menggerebek tempat penampungan oli bekas yang dikelola PT HB, PT PM, PT GB, PT BS, dan PT JY lantaran mengandung bahan beracun. Modus para pengusaha tersebut dengan cara membeli oli bekas dari kapal laut, lalu ditampung di tangki-tangki.

Luas lokasi yang dijadikan tempat penampungan dan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sekira satu hektare. Terdapat beberapa kontainer, drum, dan tangki-tangki penampung oli bekas, dan bangunan semi permanen untuk karyawan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto menyebutkan, hasil pendapatan dari pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) oli bekas di kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, mencapai ratusan juta per bulan.

“Omset mereka sebulannya Rp50 juta, di sini ada lima perusahaan, jadi totalnya bisa sampai Rp250 juta hingga Rp300 juta,” jelas Rikwanto di lokasi, Selasa (19/08/2014)sebagaimana diberitakan okezone.com

Menurutnya, kelima perusahaan tersebut sudah beroperasi sejak 12 bulan terakhir di atas lahan seluas satu hektare. Awalnya lahan tersebut disewakan untuk tempat parkir truk kontainer.

“Tanah ini penyewanya ganti-ganti, mulai parkir kontainer hingga tempat limbah dan sekarang dijadikan penampung oli bekas,” pungkasnya. (Klik: Polisi Gerebek Lokasi Penampungan Oli Bekas Beracun)

Usaha tersebut,katanya,menampung oli bekas dan usai ditampung sebanyak mungkin lalu menjualnya ke pabrik di daerah Jakarta, Sukabumi, dan Bogor untuk bahan bakar tungku atau perapian proses produksi.

Dan berdasarkan hasil uji laboratorium Mabes Polri, dan saksi ahli Subdit Limbah B3 Kementrian Lingkungan Hidup, oli bekas tersebut tidak memenuhi standart keamanan.

“Di lokasi kami menemukan sejumlah barang bukti yaitu sembilan tangki penyimpanan berkapasitas 16.000 liter, 11 kontainer berkapasitas 48.000 liter, empat mesin pompa, satu mobil truk, 25 drum bekas, dan oli bekas beracun 190.000 liter,” pungkasnya.(Admin)

Foto /Net/

News Feed