oleh

Polisi Gerebek Markas Pencuri Sepeda Motor.Lima Pelaku Diamankan

JAKARTA-OKB|
Petugas Reskrim Polsek Metro Kramatjati berhasil menggerebek markas pencuri sepeda motor dirumah kontrakan yang berada di Kampung Pormos, kawasan Ciracas,Jakarta Timur,Rabu (28/08/2014) malam.Dalam penggerebekan itu,polisi mengamankan lima pelaku beserta barang bukti lima unit sepeda motor dan 12 anak kunci leter T .

Empat pelaku yang bertugas sebagai “pemetik” ,Franky Panjaitan (23) Apri Andi ( 25) Tusty Sianbola,(24) dan Ronald Sirait(16) tak berkutik saat petugas menyergapnya. Tak hanya itu, satu penadah Mamat Kadori,(52)juga ikut digelandang ke kantor polisi.
Kapolsek Kramatjati Kompol Handini mengatakan, tertangkapnya komplotan ini berawal dari laporan hilangnya motor milik Samsul Purnomo di Jalan Masjid Al-Khirat, Batu Ampar, Kramatjati, (07/08./2014) lalu.

“Kami kembangkan dari hasil olah TKP, dan mengarah ke salah satu lokasi persembunyian penjahat,” kata Handini, Kamis (28/08/2014).
Menurutnya, petugas mengintai kontrakan yang diduga menjadi markas komplotan tersebut. Polisi satu minggu mengamati beberapa kontrakan yang memanjang. “Setelah memastikan target pelaku kita lakukan penggerebakan, Rabu (27/8) sekitar pukul 23:00,” katanya.

Penggerebekan dilakukan , lantaran polisi melihat dua pelaku masuk ke kontrakan dengan mengendarai motor yang diduga hasil curian. Polisi juga menemukan lima orang di dalam. ” Mereka sedang mengubah sepeda motor yang baru saja diambil. Dengan cara mengganti plat nomor dan melepas body motor,” kata dia.

Dari tangan pelaku, polisi menyita 12 anak kunci leter T, lima plat nomor, dan cover body hasil curian serta pecahan-pecahan bodi motor. Tak hanya itu, lima unit motor yang diduga hasil curian juga ikut dibawa ke polsek Kramatjati untuk dijadikan barang bukti.

Ronald Sirait mengaku diajak teman yang saat ini masih buron. Dengan dijanjikan upah Rp500 ribu untuk sekali kirim motor, remaja putus sekolah ini bersedia ikut. “Saya ditawari cuma antar motor ke Karawang dan dikasih uang banyak makanya saya mau,” ujarnya.

Menurutnya, uang yang didapat dari hasil menjadi joki itu diberikan ke orangtuanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dimana dalam setiap minggunya, remaja yang hanya lulus Sekolah Dasar ini bisa memberikan uang Rp500 sampai Rp1 juta. “Pokoknya kalau lagi dapat banyak ya kasihnya banyak,” tuturnya.

Ronald pun mengaku, sudah setahun terakhir ikut komplotan ini. Pengakuannya juga, baru sembilan motor hasil curian yang ia kirim ke Karawang. “Saya cuma diajak teman saya saja. Saya menyesal,” ungkapnya. (pkt/net)
Foto :Ilustrasi/Net/

News Feed