oleh

Polisi Amankan Puluhan Kg Ganja Senilai Ratusan Juta

JAKARTA -OKB|
Petugas Satuan Reserse Narkoba Polrestro Jakarta Pusat berhasil menciduk dua bandar ganja yang dikendalikan dari Aceh.

Kasat Narkoba Polretro Jakarta Pusat, AKBP JR Sitinjak mengatakan, penangkapan berawal saat pihaknya mengamankan IA (49) di Paseban, Jakarta Pusat berikut barang bukti berupa satu kilogram ganja.

“Awalnya kita mengamankan tersangka IA di Paseban, saat kita lakukan pemeriksaan dia mengaku bahwa masih ada 89 kilogram di Gunung Putri, Kabupaten Bogor,” tegas Sitinjak di Mapolrestro Jakarta Pusat, Sabtu (16/08/2014).

Setelah melakukan pengembangan, lanjut Sitinjak, akhirnya tersangka mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan barang haram tersebut dari temannya yang berinisial ZB (37) yang tinggal di Kabupaten Bogor, Gunung Putri Jawa Barat.

Setelah dilakukan pengecekan oleh polisi, akhirnya pada 8 Agustus ditemukan barang bukti ganja kering siap edar seberat 88 kilogram, yang disimpan di sebuah rumah kosan, di bilangan Bogor, Jawa Barat.

“Kita mengamankan ZB beserta barbuknya sebanyak 88 kilogram atau jika di (konversi) Rupiah sekira Rp220 juta, di kos-kosan di Bogor,” tuturnya.

Sitinjak melanjutkan, setelah melakukan pengembangan informasi dari IA, polisi juga meminta keterangan dari ZB untuk mengidentifikasi pemasokĀ  barang haram tersebut, sehingga diketahui bahwa barang tersebut diduga berasal dari Sumatera.

“ZB mengaku dirinya sering dikirim ganja, dalam sekali pengiriman seberat 100 kilogram. Itu bisa dua bulan atau tiga bulan sekali, tergantung penjualannya,” bebernya.

Dari pengakuan IA,kata Sitinjak, dalam sekali penjualan pelaku mendapat keuntungan sebesar Rp500 ribu per satu kilogram dalam sekali penjualan. Hal inilah yang membuat dirinya tergiur untuk bergabung menjadi mitra bisnis ZB.

“IA mengaku tertarik ajakan ZB yang menawarkan Rp500 ribu per kilonya, hal inilah IA terpaksa menjadi pengedar,” tutupnya

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 114 ayat 2 sub Pasal 111 ayat 2. Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat enam tahun dan maksimal 20 tahun. (Okz)

Foto :Ilustrasi/

News Feed