oleh

Poldasu Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Alkes RSUD Tarutung

OKEBUNG|
Penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumatera Utara (Poldasu), akhirnya menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput),Sumatera Utara.

Kabid Humas Poldasu,Kombes Pol Helfi Assegaf melalui Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan,saat ditemui wartawan Kamis (18/06/2015)mengatakan sudah ada dua tersangka korupsi Alkes Taput yang ditetapkan penyidik. Tapi identitas maupun inisial tersangka belum bisa kita publikasikan.”Korupsi alkes Tarutung tersangkkanya dua orang,”sebutnya.

Dijelaskannya bahwa pekan depan kedua tersangka dijadwalkan akan dipanggil dan diperiksa sebagai tersangka,namun sebut MP Nainggola identitasnya masih dirahasiakan . “Kalau identitas kedua tersangka kita beberkan, nanti mereka bisa kabur,” jelas MP Nainggolan.

Dikatakannya, tidak tertutup kemungkinan tersangka kasus dugaan korupsi Alkes Taput itu akan bertambah. Sebab, penyidik telah memiliki bukti dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. “Bisa saja tersangkka dalam kasus korupsi ini bertambah,naamun,kita liat perkembangan penyidikannya,karena tidak tertutup kemungkinan tersangkanya bertambah,” pungkas mantan Kapolres Nias Selatan AKBP Pol MP Nainggolan.

Sebelumnyaa diketahui bahwa petugas Subdit III/Tipikor Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut memeriksa para distributor Alkes yang berasal dari Jakarta. Namun pemeriksaan kemarin masih hanya sebatas saksi.

Penyidik Tipikor Polda Sumut juga telah memeriksa Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Utara (Taput), dr Bobby Simanjuntak dan Direktur RSU Tarutung dr Ganda Nainggolan serta dua mantan direktur rumah sakit pemerintah itu, marga Sianipar dan Hutasoit.

Mereka diperiksa terkait dugaan korupsi Alkes RSUD Tarutung senilai Rp 8,3 miliar yang bersumber dari APBN P TA 2012.Dana Alkes itu digunakan untuk pengadaan 11 item di RSUD Tarutung senilai Rp8,3 miliar yang dalam hasil penyelidikan terjadi mark up (penggelembungan) harga.

“Barangnya bukan rekondisi, semua baru namun harganya dinaikkan hingga mencapai Rp8,3 miliar,” sebut penyidik Tipikor Poldasu. [el]

Foto|ilustrasi/dok.net

News Feed