oleh

Poldasu Selidiki Pelaku Penyelewengan 20 Ton Pupuk Bersubsidi

OKEBUNG|
Petugas ‪Subdit I/Indag Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut,berhasil menggagalkan penyelewengan pupuk bersubsidi dari truk tronton BK 8108 LU di Jalan Besar Juanda Kelurahan Sei Mencirim, Binjai,tepatnya didekat jembatan timbang pada Jumat (22/05/2015),lalu sekira pukul 11.00 WIB.

 ‬
Dari truk tronton tersebut petugas berhasil pengamankan 400 zak pupuk bersubsidi @ 50 kg seberat 20 ton beserta seorang sopir truk,Hadi Prayetno serta dua kernetnya, Sukir dan Abdul Kalid.

“Benar ada kita amankan truk angkut pupuk bersubsidi, saat ini supir berserta kernetnya masih dilakukan pemeriksaan,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan didampingi Kasubdit I/Indag Dit  Reskrimsus, AKBP Frido Situmorang, Selasa (26/05/2015) siang.

Pengakuan supir truk serta ke dua kernet pengangkut pupuk jenis Urea itu,bahwa pupuk tersebut diangkut dari gudang Pusri Kota Bangun, Medan Deli dan akan dibawa ke Tanah Seribu, Binjai Utara.

Namun,berdasarkan hasil lidik polisi,diketahui bahwa pupuk bersubsidi itu didistribusikan ke Kabupaten Langkat.

“Hal ini di ketahui dari hasil pemeriksaan dokumen terkait pengiriman pupuk bersubsidi tersebut, tujuan pengirimannya adalah Kabupaten Langkat,’ujar MP Nainggolan.

Selain itu dari hasil pemeriksaan pihaknya,kata MP Nainggolan bahwa sopir truk mengaku ririnya hanya disuruh mengantar pupuk tersebut ke Binjai Utara, namun tidak tahu kepada siapa pupuk tersebut diserahkan.

“Meskipun itu pengakuan supir,namun, pihaknya tetap melakukan penyelidikan siapa pelaku penyelewengan pupuk bersubsidi itu,”tegasnya.

Sementara itu,Kasubdit I/Indag Dit Reskrimsus, AKBP Frido Situmorang juga menjelaskan selain melakukan pemeriksaan terhadap sopir dan kernet truk tersebut pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap karyawan/mandor gudang Pusri Kota Bangun,serta memanggil ahli dari Dinas Pertanin dan Ahli dari Dinas Perdagangan.

“Karyawan dan mandor gudang Pusri Kota Bangun juga kita periksa,”sebut Fredo.
 
Untuk itu,kata Fredo pihaknya telah menerapkan Pasal 6 ayat 1 huruf b UU RI No 7/DRT/1955 tentang pengusutan, penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi Jo Peraturan Menteri Perdagangan RI No 15/M-DAG/PER/4/2013,Tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubdisi untuk sektor pertanian Jo Peraturan Presiden No 77 tahun 2005 tentang penetapan pupuk bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden No 15 tahun 2011 Jo Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No 8 tahun 1962 tentang perdangan barang-barang dalam pengawasan,”tegas Fredo.[el]

Fototruk bawa pupuk\el\

News Feed