oleh

Poldasu Gerebek Lokasi Penyimpanan Spare Part Palsu

 

OKEBUNG|
Subdit I/Indag Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut dipimpin,AKBP Prido Situmorang, menggerebek sebuah rumah yang dijadikan gudang penyimpanan dan pengemasan spare parts palsu asal luar negeri di. Dusun VII BTN Suka Maju Indah Blok BA 33/Perumahan Rorinata II Blok F No.12 Kec. Sunggal Kab.Deli Serdang,Prov Sumatera Utara,Selasa (21/04/2014) sekira pukul 13:00 WIB.

Dari penggerebekan di rumah milik seorang wanita berinisial MG itu, petugas mengamankan dan menyita berbagai jenis spare part sepeda motor asal luar negeri bermerek GMP,Honda dan juga spare part yang sama sekali tidak memiliki merek.

“Saat rumah tersebut digerebek petugas menemukan spare parts yang telah dipindahkan kemerek lain dengan cara membuka kemasan spart parts bermerek GPM dimasukkan kedalam kemasan bermerk Honda dan kemudian dimasukkan kembali ke papan pengepres dengan mengunakan mesin pres,”jelas Direktur Ditreskrimsus Poldasu Kombes Pol Ahmad Haidar di dampingi Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu, AKBP Fredo Situmorang, SIK, SH.

Selain itu,katanya sparepart yang tadinya tidak bermerek (palsu) setelah dilakukan pengemasan agar terlihat asli.Hal ini bertujuan untuk mengelabui konsumennya.

“Pelaku mengemas spare part palsu itu ke dalam plastik atau kotak merek GMP,dan Honda,serta Yamaha Daihatsu, supaya dianggap asli,” kata Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Ahmad Haydar Selasa (21/04/2015) sore.

Ahmad Haydar mengaku hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan seberapa lama usaha illegal milik MG dan DNW itu berjalan.

“Kita belum mengetahui sejak kapan bisnis ilegal itu dilakoni MG dan DNW  karena sewaktu dilakukan pengerebekan MG dan DNW tidak berada ditempat,”ungkapnya.

Sementara, sambung Ahmad Haydar berdasarkan Informasinya sparepart yang disita pihaknya,pemasarannya ke wilayah Sumut, Provinsi Aceh sampai ke Pulau Jawa.

“Dari hasil penyelidikan, disimpulkan yang paling bertanggung jawab dalam kasus ini adalah  pemilik/pengusaha, MG dan DNW. Dan kedua ditetapkan sebagai tersangka,” bebernya.

Terhadap tersangka,kata Ahmad dijerat Pasal 90,9,UURI NO15 Tahun 2001 tentang Merek Jo Pasal 120 ayat 1,dan 2 UU RI No 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian Jo Pasal 62 ayat 1 dari UU No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen

Sedangkan barang bukti yang di amankan,1 buah mesin pres,5 buah papan cetak kemasan kampas rem depan dan belakang dan kain klos,2 buah pres plastic,5,dus kampas rem depan menggunakan merek Honda,6,goni bahan kampas rem depan tanpa merek,2 goni plastic kemasan mengunakan merek Honda,2 dus plastic blister untuk kampas rem belakang,2 dus plastic blister untuk kampas rem depan dan 2 dus kain klos tanpa merek serta 3 dus piston kit menggunakan merek Honda,”pungkas Ahmad Haydar(el)
 
foto|ist

News Feed