oleh

Poldasu Amankan Ratusan Tabung Gas Elpiji Berisi 3 Kg Di Siantar

 
OKEBUNG|
Petugas Subdit I/Indag Ditreskrimsus menggrebek sebuah rumah milik pria beriniasial BT di kawasan Jalan Rukita Sembiring RT/RW 002/004 Kelurahan Naga Pita Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Pengggerebekan yang dilakukan pada,Sabtu (30/05/2015) siang lalu itu dilakukan karena rumah tersebut diduga menjadi tempat pengoplosan gas elpiji 3 Kg bersubsidi menjadi 12 Kg.

Dari lokasi tersebut,pihak kepolisian menyita seratusan unit tabung gas 3 kilogram, dan 12 Kg .Selain itu petugas Subdit I/ Indag Poldasu juga mengamankan 1 orang berinisial BT yang diduga sebagai pemilik sekaligus pengelolanya dan saat rumahnya di gerebek BT tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan pemindahan isi tabung gas 3 Kg bersubsidi ke tabung 12 Kg,” ujar Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Helfi Assegaf, didampingi Wadir Ditkrimsus, AKBP Mardiaz Kusin dan Kasubdit I/Indag, AKBP Frido Situmorang saat memparkan kasus tersebut di Mapoldasu, Rabu (03/06/2015) sore

Lebih lanjut  Kombes Pol Helfi mengatakan bahwa penggrebekan tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait keresahan warga sehubungan dengan adanya dugaan kelangkaan gas elpiji 3 kg di pematang Siantar dan sekitarnya karna adanya penyimpangan penggunaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram dengan memindahkan seluruh isinya ke tabung 12 kilogram

Dari Informasi yang sangat berharga itu,selanjutnya pihaknya melakukan penyelidikan disekitar lokasi,ternyata,praktik penyimpangan gas elpiji bersubsidi ke tabung non subsidi bertujuan untuk mendapatkan keuntungan besar sekira Rp 44 ribu dan itu telah dilakukan BT sejak bulan April 2015,”sebut Kombes Pol Helfi

Dikatakannya BT dalam menjalankan usaha gasnya memiliki perizinan dari pemerintah Pematang Siantar berupa SIUP,TDP untuk usaha perdagangan Sembako,Gas LPG dan HO,namun BT diduga melakukan Pemindahan gas bersubsidi 3 Kg menjadi non subsidi 12 Kg secara ilegal yang sepatutnya tidak boleh dilakukan “katanya seraya menambahkan

Sementara dari lokasi pengerebekan Kombes Pol Helfi menyebutkan bahwa pihaknya mengamankan barang bukti berupa 68 tabung gas isi 3 Kg dalam keadaan berisi,127 tabung gas isi 3 Kg dalam keadaan kosong bekas pindahan gas berisi 3 Kg,12 tabung gas isi 12 Kg dalam keadaan berisi hasil pemindahan dari tabung gas 3 Kg dan 16 tabung isi 12 Kg dalam keadaan kosong,untuk stok tabung 12 Kg yang akan diisi gas dari tabung isi 3 Kg.

Berikutnya pihaknya juga mengamankan 2 buah ember berwarna hitam,sebagai tempat pemindahan gas isi 3Kg ke tabung gas 12 Kg,4 buah obeng alat untuk membuka tutup /segel plastik tabung gas isi 3 Kg,100 tutup/ segel bekas tabung isi 3 Kg dan 2 buah pentil alat saluran pemindahan isi tabung gas 3 Kg ke tabung gas isi 12 Kg,”ungkap Kombes Pol Helfi

Diakhir penjelasanya Kombes Pol Helfi juga menyebutkan ada pun pasal yang di langgar dan ancaman hukumannya sesuai pasal 6 ayat 1 huruf b UU Darurat No.7 /DRT/1955 tentang tidak pdana Ekonomi dihukum denga hukuman penjara selama lamanya dua tahun dan denda setinggi tingginya seratus ribu rupiah atau dengan salah satu dari hukuman pidana itu, selain itu dapat juga di jerat dengan pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a,b dan c UU RI No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen di pidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 Miliar,”pungkas Kombes Pol Helfi (El/Admin)
 

News Feed