oleh

Polda Sumut Sengaja ‘Petieskan’ Kasus Pemerkosaan Siswi SMP

OKEBUNG|
Kasian benar nasib,NPS (14)warga Dusun VII Firdaus Kec.Sei Rampah Kab.Serdang Bedagai,Prov Sumatera Utara yang menjadi korban tindak pidana pemerkosaan ini. Pasalnya, hingga kini kasus yang. Telah dilaporkan ke unit Renakta Mapolda Sumut belum ada perkembangan dan kejelasannya.

Ratna (43)selaku ibu korban kepada wartawan,Senin (09/03/2015) mengatakan bahwa kasus ini tak ada perkembangan di duga ada kesengajaan untuk di petieskan ,pada hal kami telah melaporkannya sejak tahun 2014 tepatnya pada tanggal 6 Agustus 2014 dengan bukti Laporan Polisi LP. 875/ VII/ 2014/SPKT II dengan terlapor Cristian Pramona Zebua (21) warga Jalan Kampung Keling Sei Rampah dan bekerja sebagai Sat Pol PP.Pemkab Kab Serdang Bedagai.

“Polisi sengaja petieskan kasus perkosaan terhadap anak saya yang masih sekolah.Padahal anak saya sudah di Visum Et Repertum Cabul di RS Umum DR.Piringadi Medan pada tanggal 18 dengan Nomor Pol.K/79/ VIII/Ditreskimmum yang rujukannya sesuai Pasal 133 dan Pasal 136 KUHAP dan UU No.Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI,”sebut ibu korban.

Lanjut disebutkan orangtua korban bahwa dirinya kesal sekali dengan proses yang dilakukan petugas Renakta Polda Sumut.

“Apakah bukti-bukti awalnya belum cukup dan kenapa kasus ini sepertinya dipetieskan dan tak ada pemberitahuan lagi kepada kami,”kesalnya.

Korban NPS yang di dampingi ibunya ketika di singgung tentang kronologis kejadian yang menimpa dirinya mengakui dengan jujur,bahwa antara korban dan pelaku memang ada hubungan (pacaran Red).Ketika itu dirinya dibawa jalan -jalan,tanpa sepengetahuan korban,pelaku membawa korban ke kuburan cina dan di situ korban dirayu.

“Karena menolak,lantas pelakunya memperkosa saya sehingga terjadi hubungan badan dan ketika itu saya masih berusia 14 tahun duduk di bangku kelas III SMP,”jelas korban.

Untuk selanjutnya,kata korban ,dirinya diperkosa yang kedua di Pantai Kelang.Di atas pasir pantai saya dipaksanya.

“Awalnya dia merayu saya,karena tak mau dipaksanya lagi untuk melayaninya ,”akunya seraya menambahkan bahwa dirinya pernah mengatakan kepada pacarnya hamil dan dirinya menyebutkan gugurkan saja.

Selain itu korban juga mengatakan ,dari perbuatannya itu dirinya hamil 4 bulan.

“Saya tidak tau kalau saya hamil
dan taunya dari ibu saya, kalau diri saya telah hamil,mengetahui hal tersebut keluarga pun mendatangi pelaku,memang waktu itu pelaku mau bertanggung jawab,tapi pelaku mengajak nikah sipil,”terang korban.

Mendengar permintaan itu korban pun sangat kecewa dengan sikapnya,karena sebelumnya pelaku mengatakan,kalau dirinya beragama Islam dan namany apun bukan Cristian Pramona,tapi
namanya Ardi Setyan,”ungkap korban

Dari situlah kami melaporkannya hingga sampai saat ini pengaduan kami belum juga ada kejelasannya
kini anak yang saya kandung dari hubungan itu telah berusia 3 bulan,”pungkas korban sembari berharap agar kasus ini dapat di tindak lanjuti dan pelukunya dapat di tangkap.(El\Admin)

Foto|Pelaku Naik Sepmor\

News Feed