oleh

Polda Sumut Gerebek Lokasi Penimbunan Gas Elpiji di Polonia

OKEBUNG |
Petugas Subdit II/Indag Direktorat Reskrimsus Polda Sumut kembali melakukan penggerebek rumah tempat penimbunan gas 3 Kg di Jalan Teratai No 3 Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Polonia, Medan. Selasa(07/10/2014).

Kabid Humas Poldasu, AKBP Helfi Assegaf kepada wartawan,Rabu (08/10/2014menjelaska,penggrebekan yang dilakukan di pangkalan atas nama Nuranita Gultom tersebut dijadikan lokasi pemindahan isi tabung gas 3 kg bersubsidi ke tabung gas 12 kg nonsubsidi atas adanya informasi masyarakat yang mengatakan bahwa ada praktik pemindahan isi tabung gas bersubsidi ke nonsubsidi tersebut telah berlangsung selama 7 bulan,

“Mendapat informasi itu lantas petugas mengamati kegiatan mencurigakan di pangkalan gas elpiji itu selama beberapa pekan.Begitu akurat langsung dilakukan penggerebekan,”bebernya kepada wartawan, Rabu(08/10/2014)siang.

Lanjutnya,dalam penggerebekan itu, anggota menemukan dua orang pekerja sedang melakukan pemindahan isi tabung gas elpiji bernama Sr dan Ar.
Dari penggerebekan itu disita barang bukti 63 tabung berisi gas 3 kg, 48 tabung gas 3 kg kosong, 12 tabung berisi 12 kg, 18 tabung gas 12 kg kosong, 6 regulator (selang), 1 timbangan dan 1 lembar kartu pangkalan elpiji 3 kg dengan nomor registrasi : 238/-/DPC-SUMUT/II/2014 dengan nama pangkalan Gultom Gas dengan pemilik pangkalan atas nama Nuranita Gultom. “Keuntungan dari setiap tabung Rp50 ribu. Dan, sudah berlangsung sekitar 8 bulan,”tuturnya.

Dikatakannya, pemilik pangkalan melanggar pasal 62 ayat 1 UU RI No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan pasal 480 ayat 1 (e), 2 (e) dan pasal 55, 56 KUHPidana ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Pemilik pangkalan tidak kita tahan karena kooperatif dan penahanan adalah kewenangan penyidik. Dan, bila masyarakat ada melihat penimbunan atau pengoplosan gas elpiji, silahkan melaporkan ke Polisi,”sebutnya.

Mengenai indikasi permainan spekulan terhadap kelangkaan gas bersubsidi 3 kg di Medan, Helfi menambahkan akan melakukan penyelidikan.

” Masih dikembangkan lagi,untuk mencari spekulannya. Siapa tahu, pangkalan yang seperti ini masih banyak di Medan,”tandasnya. (jtk)
Foto :Ilustrasi/

News Feed