oleh

Polda Jabar Ungkap Peredaran Upal,Ibu & Anak Dibekuk

OKEBUNG|
Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Karawang,Polda Jawabarat berhasil mengungkap peredaran uang palsu (upal).Dari pengungkapan itu,polisi meringkus empat pelaku pengedar upal di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

“Asih (48)dan Ade Kosasih (28), keduanya ibu dan anak kandung. Keduanya ditengarai telah menyebarkan uang palsu kepada masyarakat dengan bertransaksi di sejumlah pasar tradisional,”ungkap Kabid Humas Polda Jawabarat, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono kepada okebung .com,Minggu (31/05/2015), melalui pesan singkatnya.

Penangkapan terhadap ibu dan anak tersebut,lanjut Kombes Pudjo,setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat di sejumlah pasar tradisional yang menyebutkan bahwa ada pembeli dipasar tersebut menggunakan uang palsu untuk pembayaran. Bermodalkan informasi masyarakat tersebut,polisi pun melakukan penyelidikan.

“Awalnya kita menerima informasi dari masyarakat yang menyebutkan ada pembeli membayar menggunakan upal.Selanjutnya kita lakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku Asih yang memiliki uang palsu sebanyak 250 lembar uang pecahan Rp.100.000′- yang diduga palsu,”beber Kabid Humas Polda Jabar ini.

Lanjut dijelaskan Kabid Humas bahwa berdasarkan dari hasil pengembangan pelaku Asih tersebut terungkap bahwa dirinya mendapatkan uang tersebut dari Ade Kosasih yang merupakan anak kandungnya Asih.

“Selanjutnya anggota berhasil meringkus Ade Kosasih di kontrakan miliknya yang beralamtkan tidak jauh dari tempat tinggal Asih.Dari Ade Kosasih ditemukan barang bukti
uang yang diduga palsu kurang lebih sebanyak Rp.75.000.000,,”urai Kabid Humas Polda Jabar.

Dan pengakuan dari Ade Kosasih ,kata Kabid Humas bahwa dirinya memperoleh uang tersebut dari pria berinisial BD (DPO) dikawasan Terminal Bawen Semarang.

“Ade Kosasih sebelumnya sempat melakukan penjualan uang rupiah yang diduga palsu sebanyak Rp.5.000.000,- dengan ditukar dengan uang asli sebanyak Rp.3.000.000,”tandas Kabid Humas Polda Jabar ini,seraya menambahkan bahwa pihaknya selanjutnya berkoordinasi dengan pihak Bank Indonesia terkait diamankannya uang palsu itu.

Adapun barang bukti yang disita yakni,uang Rp.99.250.000,- yang diduga palsu,uang hasil penjualan sebanyak Rp.3.000.000,dengan rincian uang diduga palsu yakni uang kertas pecahan Rp100 ribu sebanyak 944 lembar dan uang palsu Rp50 ribu sebanyak 99.250.000 lembar. Semua uang diduga palsu tersebut memiliki nomor seri yang sama. Rencananya uang palsu ini akan diedarkan pada bulan puasa hingga Lebaran nanti,” tutupnya menambahkan bahwa tersangka melakukan pelanggaran UU RI NO 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang,dengan Pasal 36 ayat 3 UU Nomor 7 tentang Peredaran Uang Palsu dengan ancaman hukuman penjara minimal 15 tahun penjara.[admin]

Foto |kombes. Pol. Sulistyo pudjo hartono\dok.net\

News Feed