oleh

Pokja Komnas PA Medan :Lepasnya Pelaku Cabul Dari Polsek Percut,Sama Saja Oknum Polisi ‘Lecehkan UU PA’

# Jhoni:UU Perlindungan Anak Yang Menuntut,Kenapa Dilepaskan ? #

PERCUT -OKB|
Terkait dilepaskannya pelaku dugaan pencabulan Geno (52)warga Jalan Cemara oleh pihak Polsek Percut Seituan akhirnya menuai masalah sehingga Kelompok Kerja Komisi Nasional Perlindungan Anak Kota Medan (Pokja Komnas PA)angkat bicara.

“Pelaku cabul terhadap anak dibawah umur yang jelas sudah mengakui perbuatannya dihadapan kedua orangtua korban dan warga harus ditahan dan kasusnya ditindak lanjuti.Karena,pengakuan pelaku sudah ada.Bukannya dilepaskan begitu saja dengan alasan bahwa keluarga korban tidak melapor,”tegas Sekretaris Pokja PA Medan,Jhoni Anthoni Teguh H kepada okebung.com,Sabtu (12/02/2014)melalui telepon selular ketika dimintai tanggapan terkait dilepasnya pelaku cabul oleh Mapolsek Percut Seituan.

Disebutkannya bahwa dalam kasus pencabulan anak dibawah umur seperti menimpa korban siswi Kelas VI SD itu sebenarnya tak perlu ada laporan korban untukmenindaklanjutinya.Tak ada laporan juga bisa.Karena,katanya UU Perlindungan Anak sudah ada dan negara yang menuntutnya.

cabul1

“UU Perlindungan Anak yang menuntutnya dan lagi pula pelaku sudah mengakui dihadapan warga dan orangtuanya.Jadi kalau dilepaskan begitu saja tentu diduga ada permainan ‘pat gulipat’antara oknum tertentu dan pelakunya.Jelas pelaku sudah salah dan sempat ditahan,kenapa dilepas begitu saja.Ini sama saja oknum polisi yang melepaskannya ‘melecehkan UU Perlindungan Anak,”ungkapnya.

Sementara itu,sebelumnya ketika dikonfirmasi okebung.com,Kapolsek Percut Seituan,Kompol Ronald Sipayung tidak mau mengangkat handphone.

Selanjutnya dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Polsek Percut,AKP Zulkifli Harahap mengatakan,kita lepaskan karena orang tua korban tidak jadi mengadu.”Orang tua korban tidak jadi mengadu,jadi kita tidak bisa menahannya” kata AKP Zulkifli Harahap lewat pesan singkat selularnya.

Selanjutnya, saat disinggung kembali AKP Zulkifli Harahap mengatakan dengan alasan, Unit PPA akan melakukan konseling antara pelaku dengan pihak orangtua menimbang korban masih kanak-kanak.Dan setelah konseling jika mereka ada perdamaian secara mufakat,.ya bisa saja dilepas..apa dasar dilakukan penahanan.

“Kita sebagai polisi hanya mengamankan di kantor 1 X 24 jam dalam rangka untuk proses pemeriksaan.Kalo sudah damai dan cabut perkara,pelaku dapat dilepaskan,” ucap AKP Zulkifli.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,Geno (52) warga Jalan Cemara pada Rabu (09/07/2014) malam lalu diserahkan ke Mapolsek Percut Seituan oleh keluarga korban lantaran kedapatan dan mengakui bahwa dirinya telah menggerayangi dua buah dada korban siswi Kelas VI SD,Melati didalam sebuah warnet dalam kondisi mabuk tuak.

Namun,dua malam ditahan di jeruji sel Mapolsek Percut Seituan,akhirnya pada Jumat (11/07/2014) siang,tersangka Geno telah bebas dan mondar-mandir di Polsek Percut Sei Tuan dengan memakai baju kemeja warna hitam serta celana hitam.(Ade/admin)
Foto :Ilustrasi dan Pelaku/

News Feed