oleh

Pesawat AirAsia QZ 8501 Yang Lost Contac Dipasang ELT

OKEBUNG |
Transmisi Pelacak Darurat, atau resminya bernama Emergency Locator Transmitter (ELT) yang terpasang di badan pesawat AirAsia dengan kode penerbangan QZ8501 yang lost contac Minggu (28/12/2014)pagi kemarin sangat penting ketika pesawat hilang dari pantauan radar, bentuknya hampir mirip dengan kotak hitam.

Menurut mantan pilot Malaysia Airlines (MAS), Kapten Datuk Nik Ahmad Huzlan Nik Hussain, alat tersebut bisa sangat berjasa selama proses pencarian pesawat AirAsia. Alat ini secara otomatis menunjukkan lokasi dan kondisi pesawat yang hilang, dalam kondisi darurat sekalipun.

“Jika pesawat kecelakaan, ELT tetap bisa berfungsi, tapi semua tergantung pada kondisi setelah kecelakaan sebagaimana ELT yang biasa terpasang di dalam kokpit, pintu atau ekor pesawat,” ungkap Hussain, Senin (29/12/2014) sebagaimana dilansir harianbernama.

Meski begitu,kata dia, alat ini bisa tetap aktif, maksimal selama 48 jam. Selama itu pula, sinyal terakhir pesawat yang hilang masih bisa terdeteksi.

“Bagaimanapun, sekarang ini pesawat hilang tanpa memberi sinyal apapun, baik dari transporder atau ELT. Kami tidak yakin apakah pesawat itu kecelakaan atau tidak,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, pesawat AirAsia penerbangan QZ 8501 jenis Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC yang membawa 155 penumpang terdiri dari 138 dewasa, 16 anak-anak dan seorang bayi, serta tujuh kru menghilang dari pantauan radar pada Minggu pagi (28/12/2014). Pesawat tersebut lepas landas pukul 05.30 WIB, dan dinyatakan hilang pada 07.24 WIB ketika melakukan perjalanan dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Changi Singapura.Dan berdasarkan jadwal, pesawat ini seharusnya mendarat di Bandara Changi, Singapura pukul 08.20 waktu setempat.(Admin)

Foto:dok/net

News Feed