oleh

PERWAKUM Gelar Lokakarya Anti Narkoba,Diundang Kejatisu dan BNNP Tak Perduli

OKEBUNG|
Persatuan Wartawan Hukum (PERWAKUM) gelar lokakarya dengan tema
” Penyelamatan dan Pembinaan Generasi Bangsa dari Bahaya Penyalahgunaan Narkoba” bertempat di gedung Istana Koki Sunda Kec. Medan Baru,Sabtu (08/11/2014).

Lokakarya diprakarsai oleh sekelompok wartawan hukum tersebut bertujuan agar pemerintah peduli terhadap bangsa,karena saat ini,Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan penyalahgunaan narkoba.

Acara tersebut dihadir oleh Pakar Psikolog Irna Minauli,After Care, dan kepolisian. Namun, kegiatan tersebut sedikit ganjil,ketika pihak pemerintahan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara enggan berpartisipasi alias tak perduli dan bahkan cenderung menutup mata akan adanya kegiatan yang mensosialisasikan kegiatan anti narkoba kepada mahasiswa dan pemuda ini.

Dimana kegiatan diisi oleh psikolog  Dra. Irna Minauli M.Si, psikologi, sebagai narasumber dan mantan pecandu After Care didampingi pihak kepolisian Resort Kota Medan (Polresta).

“Kita sangat menyayangkan kegiatan ini tidak didukung oleh pihak BNN Provinsi dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Dimana kehadiran mereka sangat kita harapkan,Bahkan bentuk kepedulian pihak terkait yang dapat ditunjukan dengan menghadirkan narasumber pembicara saja tidak dilakukan, padahal efek kehadiran mereka kepada peserta sangat membantu untuk sosialisasi anti narkoba bagi pemuda generasi bangsa,” kesal Andri Syafrin Poerba.

Menurutnya, pihak BNNP Sumut merupakan Vokal Point di bidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika harusnya sangat sensitif dengan kegiatan ini.

“Jangankan ikut berpartisipasi dengan hadir dan memberikan sedikit sosialisasi bahaya narkotika, bahkan undangan yang sudah berkali-kali disampaikan kepada Kepala BNNP Sumut dan wakilnya tidak digubris,” ungkapnya.

Masih dikatakannya,lebih ganjil lagi ketika instasi berlambang timbangan tersebut mengaku tidak mendapatkan undangan resmi.

” Pihak kejatisu kehadirannya sangat berperan penting untuk efek hukum yang diperoleh. Dimana Kejaksaan sebagai penuntutan yang rawan akan ‘jual beli pasal’ harusnya mampu menegaskan akan keseriusan mereka di sosialisasi narkoba ini. Namun nyatanya mereka malah mengelak untuk hadir dengan alasan klise yakni undangan yang tidak dibaca,” terang Andri.

Sebagaimana diketahui salah satu oknum pihak Kejaksaan IS sempat terlibat sabu, sehingga pihak kejatisu pada September 2014 lalu harus melakukan tes urine kepada seluruh jaksa di Sumut.
Sementara itu dalam kegiatan lokakarya tersebut, Kanit Pembingan dan Penyuluhan Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan, Aiptu Irianto Wijaya, mengatakan untuk menjauhi narkoba terlebih dahulu untuk menjauhi rokok.

“Untuk menjauhi narkoba sangat gampang, awalnya itu untuk jauhi rokok. Karena rokok itu adalah awal dari masuknya pengaruh narkoba,” jelasnya.

Bahkan untuk perkara yang ditangani pihak kepolisian dari Sat Narkoba Polresta, mengalami kenaikan setiap bulannya.
“Kenaikan perkara narkoba yang kami tangani perbulannya selalu meningkat, mencapai 85 kasus perbulannya,” ujarnya.

Dia menambahkan, masyarakat dapat mengadu dengan poling sms 081260777563, dan cara untuk mencegah narkoba,  diantaranya, jangan pernah mencobanya walaupun untuk iseng atau untuk alasan lain,kecuali perintah dokter/alasan medis.

“Kuatkan iman, mantapkan pribadi, pakailah rasio (pemikiran, pertimbangan) lebih banyak dari pada emosi. Jangan menghindar dari problem, tetapi hadapi dan atasi persoalan sampai tuntas, bila tak mampu konsultasi pada ahli,”katanya.

Ia menghimbau,pilihlah pergaulan yang aman jangan yang berbahaya, Pilih kegiatan yang sehat, tak merugikan diri sendiri ataupun orang lain, ikutilah klub olah raga, organisasi sosial. Lakukan hobi bersama teman dan keluarga.
“Untuk hindari narkoba ada baiknya pilihlah kegiatan yang sehat atau fositip,”ucapnya.

Lanjut disebutkannya,selain itu,gunakan waktu dan tempat yang aman, jangan keluyuran malam-malam. Bersantailah dengan keluarga, berkaraoke, piknik, makan bersama, masak bersama, beres-beres bersama nonton bersama keluarga.

Selalu berusaha menjadi pribadi yang baik, bertindak positif, bertanggungjawab, jadilah figure/sosok yang diteladani. Berusahalah “saling mendengar”, saling mengingatkan dan saling memaafkan agar semakin mendewasakan pribadi masing-masing dan buatlah keluarga, rumah tangga, menjadi tempat yang paling menyenangkan,paling menenangkan sehingga membuat “betah” tinggal bersama “sahabat”.

“Intinya hindarilah yaang namanya narkoba dan lebih mendekatkan diri ke Allah SWT sudah suatu bentuk narkoba akan terhindar,”katanya lagi.

Selalu ingatkan, tambahnya,bahwa ancaman hukuman untuk penyalah guna narkoba,apalagi bagi pengedar narkoba adalah Lembaga Pemasyarakatan dan ingatkan bahwa narkoba akan merusak kerja otak, susunan syaraf pusat,merusak ginjal, lever dan sebagainya.

“Saya minta kepada generasi bangsa hindari namanya narkoba,karena narkoba sangat berbahaya bisa merusak masa depan,”himbaunya.

Acara ini juga dihadiri oleh, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti), Sat Res Narkoba Polresta Medan.(yat)

News Feed